Kumparan Logo

BEI Catat 33 Perusahaan Antre IPO dan 13 Emiten Akan Rights Issue

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 33 perusahaan yang tercatat dalam pipeline atau daftar antrean initial public offering (IPO). Angka ini merupakan data pipeline hingga 3 Maret 2023.

Hingga kini telah tercatat 22 Perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 11,2 triliun. Hingga saat ini, terdapat 33 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

Berikut daftar antrean dirinci berdasarkan sektornya

  • 6 Perusahaan dari sektor Basic Materials

  • 6 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic;

  • 2 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;

  • 7 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;

  • 6 Perusahaan dari sektor Technology;

  • 1 Perusahaan dari sektor Healthcare;

  • 2 Perusahaan dari sektor Financials;

  • 2 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;

  • 1 Perusahaan dari sektor Infrastructures.

Berdasarkan data di atas, perusahaan sektor Consumer Cyclicals dan Basic Materials paling banyak pada pipeline pencatatan saham, sedangkan sisanya tersebar pada sektor lainnya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan, sebanyak 2 perusahaan memiliki aset skala kecil atau di bawah Rp 50 miliar, 14 perusahaan aset skala menengah antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar, dan 17 perusahan aset skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.

“Sedangkan hingga saat ini, telah diterbitkan 14 emisi dari 13 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 16,7 Triliun,” jelas Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/3).

BEI juga mencatat, ada 13 perusahaan tercatat dalam pipeline right issue BEI dengan perkiraan dana yang akan diperoleh sebesar Rp 13 triliun.

Dari 13 perusahaan tercatat yang berada pada pipeline right issue tersebut, tersebar pada berbagai sektor sebagai berikut:

  • 6 perusahaan dari sektor financials

  • 3 perusahaan dari sektor consumer cyclicals

  • 2 perusahaan dari sektor energy

  • 2 perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals

  • 1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate

  • 1 Perusahaan dari sektor Basic Materials

  • 1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistics.

Berdasarkan data di atas, jumlah perusahaan yang berencana melakukan right issue didominasi oleh sektor finansial, consumer cyclicals, dan energy masing-masing sebanyak 6 perusahaan, 3 perusahaan, dan 2 perusahaan.