Kumparan Logo

BEI Gelar RUPST 29 Juni 2026, Direksi Baru Segera Diumumkan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2026.

Dalam agenda RUPST, pasar menantikan pengumuman jajaran direksi baru BEI untuk periode 2026-2030 yang saat ini masih menjalani proses seleksi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan kepada para Pemegang Saham Perseroan (“Pemegang Saham”) bahwa pada hari Senin, tanggal 29 Juni 2026 akan diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan,” tulis manajemen BEI dalam pengumuman resminya, Selasa (2/6).

BEI juga menyampaikan pemanggilan resmi kepada pemegang saham akan dilakukan pada 12 Juni 2026 melalui surat tercatat dan situs web perseroan.

Sementara itu, pemegang saham yang berhak menghadiri RUPST adalah pihak yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan per 11 Juni 2026 pukul 17.00 WIB.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/5/2026). Foto: Widya/kumparan

Proses pemilihan direksi baru BEI kini telah memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di OJK. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan hasil seleksi direksi baru ditargetkan diumumkan kepada publik paling lambat 22 Juni 2026 atau tujuh hari sebelum pelaksanaan RUPST.

“Itu paling lambat (akan diumumkan) tujuh hari sebelum pelaksanaan RUPST. RUPST ini tanggal 29. Jadi paling lambat 22 Juni (2026) sudah akan diinformasikan kepada publik,” kata Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/5).

Kata Hasan, proses fit and proper test perdana telah dimulai sejak 12 Mei 2026. Ia menyebut terdapat empat paket berisi tujuh kandidat yang mengikuti proses seleksi setelah dinyatakan lolos pemeriksaan administrasi dan memenuhi kriteria pencalonan.

Dia enggan membuka nama-nama yang ada dalam proses seleksi tersebut demi menjaga objektivitas juga agar tidak mengganggu jalannya seleksi.

“Semua ikut karena secara awal proses pemeriksaan kecukupan administratif maupun pemenuhan kriteria pengajuan calonnya, kita nyatakan sudah baik. Nanti kita tunggu ya, kami jaga dulu namanya enggak apa-apa ya,” jelasnya.

video story embed