Kumparan Logo

BEI Imbau Investor Tetap Rasional, Tak Panik di Tengah IHSG Anjlok 10,76 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, saat ditemui wartawan di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, saat ditemui wartawan di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi, mengimbau investor untuk tetap rasional dalam mengambil keputusan investasi di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Iding meminta investor untuk tidak terbawa arus pergerakan pasar, baik dalam mengambil keputusan jual maupun beli saham. Menurutnya, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada fundamental pasar dan perusahaan serta berorientasi jangka panjang.

“Jadi untuk investor sekali lagi kalau kami dari bursa kan beberapa kali menyampaikan bahwa long term view-nya dari investor itu harus lebih pada long term horizon lihat fundamentalnya dari perusahaan,” ujar Iding kepada wartawan di kantornya, Jumat (16/10).

Iding menyebutkan, penurunan IHSG bisa menjadi momentum bagi investor untuk mencermati kembali fundamental pasar dan perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

“Tentu sekali lagi buat investor ya bertindak secara rasional, jangan ikut-ikutan, jangan jual atau beli karena pergerakan jual atau beli benar-benar karena fundamental dari market fundamental dari perusahaannya,” tegasnya.

Sebelumnya, IHSG ditutup anjlok 630,78 poin atau 10,76 persen ke level 5.233 pada akhir perdagangan sesi I, Jumat (16/10). Sebelumnya, IHSG sempat mengalami trading halt setelah merosot 8 persen pada awal perdagangan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 17,33 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 38,70 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,35 juta kali.

instagram embed