Kumparan Logo

BEI Minta Penjelasan GoTo soal Kerja Sama TikTok dan Tokopedia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Rabu (8/11/2023).
 Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Rabu (8/11/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum menerima penjelasan dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) perihal kerja sama Tokopedia dengan induk usaha TikTok, Bytedance. Hal itu disebut sebagai langkah TikTok untuk menggarap segmen e-commerce di Indonesia, setelah TikTok Shop disetop pemerintah, 4 Oktober 2023 lalu.

“Hingga saat ini belum terdapat informasi dari perseroan. Bursa telah melakukan penyampaian permintaan penjelasan mengenai hal tersebut,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (7/12).

Sehubungan dengan adanya pemberitaan tersebut, BEI melakukan Permintaan Penjelasan atas Pemberitaan tersebut dan masih menunggu tanggapan dari Perseroan.

“Perkembangan informasi mengenai Perseroan dapat dilihat melalui website www.idx.co.id,” tambah Nyoman.

Mengutip Bloomberg, Selasa (5/12), TikTok dilaporkan telah berinvestasi dan menggandeng Tokopedia (GoTo Grup) untuk menggarap e-commerce di Indonesia. Rincian kesepakatan kerja sama antara TikTok dan Tokopedia akan diumumkan perseroan pada minggu depan.

TikTok Shop. Foto: Koshiro K/Shutterstock

"Meski kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan informal, rincian akhir dari aliansi tersebut sedang diselesaikan dan dapat berubah sebelum diumumkan. Perjanjian tersebut juga masih harus menunggu persetujuan peraturan dan masih bisa gagal, tambah mereka," sebut salah satu sumber Bloomberg, dikutip Selasa (5/12).

Adapun proses kerja sama dengan operator lokal menjadi modal bagi TikTok dalam melakukan ekspansi di pasar lain seperti Malaysia.

Di mana pemerintah telah mengisyaratkan kesediaannya untuk meninjau kembali pengaruh pemain luar negeri seperti TikTok. Bloomberg juga mengatakan melaporkan bulan lalu bahwa TikTok dan GoTo sedang mendiskusikan potensi investasi, tetapi opsi lainnya adalah usaha patungan.

Pemerintah juga sudah memberikan lampu hijau atas kerja sama keduanya ini. Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan mengatakan, tidak mempermasalahkan TikTok Shop beroperasi lagi di Tanah Air kalau melalui kerja sama.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Mendag Zulkifli Hasan saat meluncurkan buku putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030 di Jakarta, Rabu (6/12/2023) Foto: Widya Islamiati/kumparan

"Kalau kerja sama kan boleh, kecuali kalau buka usaha baru. Industri luar negeri kerja sama kan boleh," kata Zulhas usai acara Peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030 di kawasan Rasuna Said, Jakarta, pada Rabu (6/12).

Namun begitu, hingga saat ini Zulhas belum mengajukan perizinan untuk membuka e-commerce TikTok Shop di Indonesia. Tapi ia sudah mendengar kabar terkait Tiktok Shop bakal menggandeng Tokopedia.

"Izin baru, belum. Izin baru enggak, tapi kerja sama sama yang lokal," tutur Zulhas

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mempersilakan layanan hosting video asal Tiongkok TikTok berkolaborasi secara bisnis dengan investor atau perusahaan dalam negeri.

Pemerintah menurutnya, juga tidak mempersoalkan apabila kolaborasi tersebut merupakan langkah TikTok untuk memulai kembali bisnis perdagangan elektronik (e-commerce) TikTok Shop, sepanjang tidak mengganggu garis kebijakan pemerintah. TikTok dipersilakan melakukan merger selama skemanya business to business atau B to B.

instagram embed