Kumparan Logo

BEI Perluas Pemantauan Konsentrasi Kepemilikan Saham hingga Kapitalisasi Rp 5 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas pemantauan konsentrasi kepemilikan saham melalui penyempurnaan metodologi High Shareholding Concentration (HSC).

Cakupan saham yang menjadi objek reviu kini diperluas hingga saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun, dari sebelumnya di atas Rp 10 triliun.

Sebelumnya, metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Dengan penyempurnaan ini, penggunaan price impact ratio diperluas hingga saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun.

“Perluasan cakupan tersebut memungkinkan pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan dilakukan pada populasi saham yang lebih luas, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia,” tulis BEI dan KSEI dalam keterangannya, Sabtu (10/10).

Selain memperluas cakupan HSC, BEI dan KSEI juga memperkaya data kepemilikan saham. Data tersebut kini dilengkapi berdasarkan 39 klasifikasi dan tipe investor, serta informasi tambahan mengenai kepemilikan lokal dan asing.

“Informasi kepemilikan saham tersebut telah didistribusikan secara konsisten oleh BEI dan KSEI setiap tanggal 2 pada bulan berikutnya melalui website BEI,” tambah keterangan tersebut.

BEI dan KSEI menyatakan akan terus melakukan penyempurnaan untuk meningkatkan kualitas dan keandalan data pasar. Langkah tersebut dilakukan dengan mengacu pada praktik terbaik global serta masukan dari investor dan penyedia indeks global.

Ketersediaan informasi yang lebih lengkap dan terperinci diharapkan dapat memberikan referensi yang lebih akurat bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Informasi data kepemilikan saham berdasarkan klasifikasi dan tipe investor, termasuk pemilahan investor lokal dan asing, serta data High Shareholding Concentration (HSC) dapat diakses melalui laman resmi BEI.