Kumparan Logo

Belajar dari Meikarta, Masyarakat Dinilai Lebih Pilih Beli Apartemen Siap Huni

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Polemik megaproyek apartemen Meikarta milik anak usaha Lippo Group, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), masih belum usai hingga saat ini. Konsumen kini menunggu nasib cicilan yang sudah mereka bayarkan.

Mereka yang tergabung dalam Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meikarta (PKPKM) menuntut pengembalian dana (refund) pembelian unit apartemen Meikarta. Pasalnya, mereka masih harus untuk mencicil walaupun fisik apartemen masih nihil.

Senior Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto, menilai konsumen apartemen saat ini belajar dari kasus Apartemen Meikarta, di mana para pembelinya mengeluhkan unit yang tak kunjung diserahkan sejak 2019. Mereka lebih memilih unit yang sudah dibangun alias siap huni.

"Belajar dari kasus ini [Meikarta], kita lihat bahwa memang pembeli itu sekarang cenderung ambil proyek-proyek yang sudah eksisting atau sudah ada. Mereka merasa bahwa proyek ini lebih secure buat mereka," ujar Ferry dalam Colliers Virtual Media Briefing, Rabu (4/1).

Menurut Ferry, konsumen apartemen dengan bujet cukup tinggi tidak mempermasalahkan harga apartemen siap huni yang lebih mahal dibandingkan membeli apartemen pada tahap awal. Hal ini untuk menghindari risiko yang akan datang di masa depan.

"Jadi memang tergantung pada pilihan pembeli," katanya.

Selain itu, mayoritas konsumen yang memilih hunian sudah jadi masuk ke dalam kategori end user yang membeli hunian untuk langsung ditempati. Sementara, investor cenderung tidak memilih hunian sudah jadi karena akan mengurangi keuntungan saat menjualnya kembali.

"Investor kan yang dicari capital gain, kalau dia beli barang yang sudah jadi tentu kenaikan capital gain yang diharapkan juga enggak bisa setinggi kalau beli dari launching," ujar Ferry.

Di sisi lain, Ia menambahkan pentingnya mengetahui reputasi dari pengembang proyek sebelum memutuskan membeli apartemen. Apalagi ketika sebuah proyek properti dilakukan besar-besaran dengan iming-iming keuntungan besar, Ferry mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur.

"Untuk menghindari seperti ini, masyarakat harus lebih punya catatan pada saat mereka membeli satu proyek yang harus dilihat adalah latar belakang pengembang, apakah punya kasus serupa," pungkasnya.