Kumparan Logo

Belanja Modal Perusahaan AI di China Diproyeksi Tembus Rp 1.567 T pada 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana acara World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, Sabtu (18/6/2026). Foto: Hector Retamal / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Suasana acara World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, Sabtu (18/6/2026). Foto: Hector Retamal / AFP

Kehadiran agen artificial intelligence (AI agents) diproyeksikan akan mendorong lonjakan permintaan komputasi di China hingga hampir 10 kali lipat setiap tahunnya dalam 2-3 tahun ke depan.

Dikutip dari Bloomberg, berdasarkan laporan China Telecom Research Institute yang dikutip oleh China Central Television (CCTV), belanja modal atau capital expenditure (capex) AI oleh jajaran perusahaan teknologi terkemuka di China diperkirakan mendekati 600 miliar yuan atau sekitar USD 89 miliar pada 2026.

Jika dikonversi ke rupiah, angka tersebut setara Rp 1.567,02 triliun (kurs Rp 17.607 per dolar AS), dan diproyeksikan menyumbang lebih dari 10 persen dari total keseluruhan investasi di China.

Laporan tersebut juga menunjukkan komputasi inferensi diprediksi akan mendominasi pasar daya komputasi di Negeri Tirai Bambu, dengan porsi mencapai 80 persen pada 2029, melampaui permintaan yang berkaitan dengan pelatihan (training).

Robot humanoid Honor berlaga pada babak final lari 1.500 meter dalam World Humanoid Robot Games 2026 di National Speed Skating Oval, Beijing, China, Minggu (23/8/2026). Foto: Tingshu Wang/REUTERS