Kumparan Logo

Beli 16 Rangkaian Kereta, PT MRT Jakarta Habiskan Dana Rp 1,3 Triliun

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Uji coba kereta MRT Jakarta di Jepang. (Foto: Dok. PT MRT Jakarta)
zoom-in-whitePerbesar
Uji coba kereta MRT Jakarta di Jepang. (Foto: Dok. PT MRT Jakarta)

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membeli 16 rangkaian kereta buatan perusahaan Jepang, Nippon Sharyo untuk trayek MRT Fase 1, Lebak Bulus-Bundaran HI. Adapun dalam sebuah rangkaian kereta terdiri dari 6 gerbong.

Menurut Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah, anggaran yang digelontorkan untuk membeli 16 rangkaian kereta itu sebesar Rp 1,3 triliun. Dana itu digunakan mulai dari proses desain kereta, hingga biaya kirim.

“Biaya yang kami keluarkan Rp 1,3 triliun. Itu dipakai mulai dari desain kereta MRT, sampai biaya kirim juga. Dana dari pinjaman JICA (Japan Internasional Coorperation Agency),” ujarnya kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (4/4).

Detik-detik bongkar muatan MRT (Foto: Marissa Krestianti/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Detik-detik bongkar muatan MRT (Foto: Marissa Krestianti/kumparan)

Dia menyampaikan, dari 16 rangkaian kereta itu, sebanyak 2 rangkaian kereta MRT di antaranya telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok hari ini. Adapun 2 rangkaian kereta itu dikirim dari Pelabuhan Toyohashi Jepang pada 7 Maret 2018.

“Untuk 14 rangkaian kereta lain sekarang masih dalam proses manufaktur di Jepang. Pengiriman berikutnya secara bertahap mulai akhir Juni 2018,” kata Tubagus.

Dia menambahkan, nantinya hanya 14 rangkaian kereta yang akan dioperasikan dalam trayek MRT Fase 1, Lebak Bulus-Bundaran HI, sementara 2 rangkaian kereta sisanya akan disiagakan sebagai cadangan agar operasional MRT dapat berjalan maksimal.

“Nanti ada 3 depo MRT Jakarta untuk menyimpan kereta. Nanti 14 rangkaian kereta di Depo Lebak Bulus, 1 rangkaian kereta di Stasiun MRT Blok M, dan 1 rangkaian kereta di Stasiun MRT Bundaran HI,” ucapnya.