Kumparan Logo

Beli Beras Murah di Ritel Modern Dibatasi Maksimal 2 Pax per Orang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga pemohon urat ijin mengemudi (SIM) membawa beras medium SPHP yang dibeli saat Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri dan cek kesehatan gratis halaman Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Rabu (13/8). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga pemohon urat ijin mengemudi (SIM) membawa beras medium SPHP yang dibeli saat Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri dan cek kesehatan gratis halaman Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Rabu (13/8). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membatasi pembelian beras murah atau beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern maksimal dua kemasan per orang. Kebijakan ini hanya berlaku untuk beras penugasan Perum Bulog, sedangkan beras premium tidak dikenai pembatasan.

“Kalau untuk Bulog, saya batasin cuma hanya dua pieces (pax), untuk beras yang ditugasi oleh Bulog ya, SPHP. Kalau yang premium, sejauh ini harusnya nggak terlalu, yang penting masyarakat jangan panik aja,” kata Ketua Umum Aprindo, Solihin, kepada wartawan usai pembukaan acara Indonesia Shopping Festival 2025 di Lippo Nusantara, Jakarta, Kamis (14/8).

Solihin menjelaskan, penyaluran beras SPHP ke ritel modern merupakan penugasan pemerintah kepada Bulog dalam rangka menstabilkan harga. Katanya distribusi beras SPHP ke ritel modern sudah mulai berjalan dan akan dilakukan secara bertahap.

Ketua Umum Aprindo, Solihin, kepada wartawan dalam acara Indonesia Shopping Festival 2025 di Lippo Nusantara, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga, Aprindo bakal membantu proses penyaluran hingga pasokan merata di berbagai gerai ritel modern.

Sebelumnya, Perum Bulog merespons kosongnya stok beras di ritel modern usai isu beras oplosan mencuat, dengan menyalurkan beras operasi pasar alias Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan Bulog sudah mendapatkan izin Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan beras SPHP ke ritel modern.

"Sesuai dengan izin dari Bapanas, kita dikasih izin untuk jual dikirim ke retail-retail. Karena di Alfamart, Indomaret itu kan sekarang kosong barang. Makanya kita masukkan dengan beras SPHP supaya masyarakat jangan sampai tidak ada beras," ungkapnya saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (13/8).

Rizal menyebutkan, penyaluran beras SPHP merupakan penugasan pemerintah untuk mengendalikan harga dan stok di pasar. Bulog saat ini ditugaskan menggelontorkan 1,3 juta ton beras SPHP periode Juli hingga Desember 2025.

instagram embed