Kumparan Logo

Benarkah Harga BBM Naik Hari Ini? Berikut Fakta-faktanya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara mengisi bensin kendaraannya di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara mengisi bensin kendaraannya di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sinyal kenaikan harga BBM subsidi terus menguat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan menaikkan harga bahan bakar minyak hari ini, Rabu (31/8).

Rencana tersebut dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Dia meminta masyarakat menunggu keputusan pemerintah yang masih menggodok kebijakan tersebut.

"Masih dimatengin, tunggu aja besok," kata Arifin kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/8).

Ada Tambahan Bansos Rp 24,17 Triliun, Tanda-tanda BBM Jadi Naik?

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengumumkan negara telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 24,17 untuk bantuan sosial (bansos) yang akan didistribusikan minggu ini. Pemerintah berharap ini dapat mengurangi tekanan masyarakat akibat kenaikan harga.

“Presiden meminta supaya kami bersama Ibu Mensos dan BI, yang menceritakan mengenai inflasi global diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan mulai memberikan bantalan sosial tambahan sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM sebesar Rp 24,17 triliun,” tutur Sri Mulyani di Istana Negara, Senin (29/8).

Bansos ini besar kemungkinan merupakan sinyal untuk kenaikan BBM yang semakin dekat, karena jika harga BBM naik, otomatis harga-harga barang juga ikut naik. Jika pemerintah mengincar distribusi BLT dalam minggu ini, tidak menutup kemungkinan bahwa BBM subsidi juga mengikuti, mengingat minggu ini sudah terjadi pergantian bulan.

Lebih lanjut, Sri Mulyani tak menampik jika harga BBM bersubsidi akan naik dalam waktu dekat. Saat ditanya wartawan soal kapan kenaikan harga tersebut, ia menyebut saat ini hanya bicara tentang subsidi dan bansos.

“Saya mengumumkan hari ini untuk penambahan bansos dulu, itu yang diinstruksikan Bapak Presiden hari ini, jadi masyarakat akan mulai mendapatkan bantuan sosial,” jelas dia.

APBN 2023 Bisa Jebol Jika Tak Ada Kenaikan BBM

Sri Mulyani mengungkapkan penyesuaian harga BBM perlu dilakukan agar APBN 2023 tidak jebol karena beban subsidi dan kompensasi yang terus membengkak di tahun ini.

Dia menjelaskan, anggaran subsidi dan kompensasi di tahun ini yang telah membengkak sampai Rp 502,4 triliun, berpotensi harus ditambah lagi sebesar Rp 195,6 triliun, menjadi Rp 698 triliun.

"Kalau tadi Rp 195,6 triliun tidak kita sediakan di tahun ini maka dia akan ditagih di APBN 2023. Jadi tidak berarti tidak ada, tagihannya dapatnya tahun depan pas kita sedang menjaga APBN kita defisit kurang dari 3 persen," katanya saat konferensi pers, Jumat (26/8).