Kumparan Logo

Bencana di Sumatera & Aceh Ganggu Operasional Bank Lokal, LPS Turun Tangan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Dimas Yuliharto. Foto: Dok. Humas LPS
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Dimas Yuliharto. Foto: Dok. Humas LPS

Bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai menimbulkan gangguan serius pada operasional perbankan daerah. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan sejumlah bank di lokasi terdampak mengalami kesulitan akses, kendala komunikasi, hingga potensi pemburukan kualitas aset akibat aktivitas ekonomi masyarakat yang ikut lumpuh.

Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Dimas Yuliharto, menggambarkan kondisi paling terdampak terjadi di Takengon, Aceh Tengah. Salah satu bank yang berada dekat pusat bencana yakni BPRS Gayo Perseroda, hanya berjarak beberapa ratus meter dari Danau Lut Tawar, lokasi yang menjadi salah satu episentrum air bah.

Dimas mengatakan, selama beberapa hari tim LPS kesulitan berkomunikasi dengan tim likuidasi di lapangan. Adapun BPRS Gayo Perseroda merupakan salah satu Bank Dalam Likuidasi (BDL).

“Tim likuidasi yang menangani itu BPRS Gayo Takengon itu berapa hari nggak bisa kita kontak,” kata Dimas kepada wartawan di Dago, Bandung, Minggu (7/12).

Akses menuju Takengon terputus akibat kerusakan jalan. Insiden tergulingnya truk tangki menuju wilayah tersebut semakin memperparah situasi. Listrik padam dan jaringan komunikasi ikut terputus.

Warga menggunakan kabel baja yang untuk menyeberangi Sungai Peusangan pascaputusnya jembatan Teupin Mane yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan dataran tinggi Gayo di Juli, Bireuen, Aceh, Minggu (7/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Menurut Dimas, kondisi itu membuat koordinasi sempat lumpuh. Namun situasi berangsur membaik. “Jadi beberapa hari tidak sempat dihubungi tapi Alhamdulillah sudah bisa dihubungi dan Alhamdulillah kondisinya (tim likuidasi) juga baik selamat,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi stabilitas perbankan, LPS menilai bencana di tiga provinsi tersebut berpotensi menekan kualitas aset bank. Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D Purba, menyebut bencana alam secara logis akan memengaruhi kemampuan debitur untuk membayar pinjaman.

Ia menjelaskan bencana akan berdampak terhadap kualitas aset perbankan. Masyarakat yang sebelumnya lancar membayar kredit kini dapat berisiko menunggak.

“Orang-orang yang tadinya lancar ini (membayar pinjaman) jadi mulai macet jadinya,” kata Ferdinan.

Menurutnya, dampak signifikan akan dirasakan di level bank per bank, terutama bank daerah yang skala usahanya kecil. Kendati begitu, secara industri nasional risiko sistemik diperkirakan tetap rendah. Ia menilai, bencana kali ini tidak seberat bencana besar sebelumnya, seperti tsunami Aceh 2004.

Sejumlah bangunan rusak pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

“Individual-individual bank pasti akan berdampak besar, tapi secara industri, secara nasional kelihatannya itu tidak akan (berdampak besar),” ungkapnya.

Ferdinan juga mengingatkan sepanjang sejarah LPS, kasus bencana yang paling parah yang berujung pada likuidasi bank terjadi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Saat itu, satu bank daerah harus dilikuidasi pascabencana.

Meski demikian, Ferdinan menegaskan perlunya langkah cepat dan koordinasi dengan OJK agar dampak krisis tidak melebar, terutama bagi bank daerah.

“Kita akan sangat-sangat tergantung bagaimana kita bekerja sama dengan OJK. Kalau memang itu bisa kita lebih awal terlibat di sana mungkin akan lebih bagus dan ada peluang kita untuk menghindarkan bank tersebut dari kegagalan,” tutur Ferdinan.

LPS memastikan terus memantau perkembangan kondisi bank-bank di wilayah terdampak, termasuk kesiapan menghadapi potensi lonjakan kredit bermasalah pascabencana. Operasional lembaga penjamin tersebut akan menyesuaikan kondisi lapangan agar stabilitas perbankan tetap terjaga.

instagram embed