Bengkel Pesawat RI Kalah dengan Singapura: 70% Pesawat Servis di Luar Negeri
·waktu baca 2 menit

Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Syahroni Ahmad menyebut, industri Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) alias bengkel pesawat Indonesia kalah dengan bengkel luar negeri, salah satunya Singapura. Bahkan, ia mengatakan 70 persen pesawat yang beroperasi di Indonesia justru servis di bengkel pesawat luar negeri.
"Data terakhir pesawat yang beroperasi di Indonesia, 30 persen MRO di dalam negeri. Sementara 70 persen di luar, di Singapura dan negara lainnya" kata Roni dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (12/7).
Roni mengatakan pihaknya sedang melakukan pendekatan dengan sejumlah negara di dunia termasuk kawasan Eropa untuk mendapatkan lisensi MRO. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan angka MRO di dalam negeri.
"Ini kita coba pendekatan supaya negara lain mau memberikan MRO, atau lisensi, seperti Eropa di EU-CEPA, perusahaan MRO Eropa itu sama, seragam, dan berlisensi,’ ungkap Roni.
“Sehingga diharapkan pesawat yang di maintenance di dalam negeri besar lagi dari 30 persen," imbuhnya.
Di samping itu, pemerintah juga sedang mendorong keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global. Antara lain, dengan memberikan pendampingan ekspor hingga pemberian insentif.
“Di sini, pemerintah bisa memberikan pelatihan teknis khususnya bagi IKM. Misalnya pendampingan ekspor, kebijakan terkait fasilitasi dalam perdagangan internasional, serta market intelligence,” pungkasnya.
