Beras Premium Langka di Ritel Modern, Mendag: Bulog Sudah Intervensi

Ketersediaan beras premium yang langka di ritel modern menjadi perhatian pemerintah. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Perum Bulog telah melakukan intervensi untuk menjaga pasokan beras, termasuk dengan menyalurkannya ke ritel modern dan pasar rakyat.
“Bulog sudah intervensi. Kita terus monitor bersama Bulog untuk masuk ke ritel modern juga pasar rakyat,” kata Budi dalam Pembukaan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meminta Bulog menambah pasokan beras ke ritel modern. Tambahan pasokan tersebut mencapai 300 ribu ton.
Amran menegaskan kondisi yang terjadi bukan merupakan kelangkaan beras secara umum. Menurutnya, persoalan hanya terjadi pada ketersediaan beras premium di ritel modern.
Sementara itu, stok beras secara keseluruhan dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Iya. Bukan kelangkaan. Enggak ada fortifikasi, premium. Terus kalau tidak ada premium, yang nakal-nakal dulu tuh. Padahal berasnya sama,” ujar Amran.
Untuk mengantisipasi kelangkaan di pasaran, Perum Bulog juga telah bekerja sama dengan ritel modern untuk menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 110 ribu ton.
Adapun beberapa perusahaan ritel modern tersebut adalah PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya Inti, PT Inti Cakrawala Citra, PT Sumber Alfaria Trijaya, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia dan PT Hero Retail Nusantara.
Dari sebanyak 110 ribu ton tersebut, sebanyak 75.000 ton merupakan beras premium yang akan disalurkan ke ritel modern dan pasar Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) di seluruh Indonesia dan 35.000 ton beras medium.
