Kumparan Logo

Berasal dari SBSN Rp 123 M, Jembatan Wear Arafura Genjot Ekonomi Maluku

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Wear Arafura, Maluku. Foto:  Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Wear Arafura, Maluku. Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan terus mendorong proyek-proyek infrastruktur guna meningkatkan konektitas dan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui Jembatan Leta Oar Ralan, yang juga dikenal sebagai Jembatan Wear Arafura.

Jembatan tersebut menghubungkan Pulau Yamdena dan Pulau Larat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Dibangun sejak Desember 2016 dan diresmikan pada awal 2019, jembatan ini menjadi simbol kemajuan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia bagian timur.

Dengan panjang 322,8 meter dan lebar 10 meter, jembatan tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 123,07 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Satrio Sugeng Prayitno, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Ambon, turut mengawal pelaksanaan proyek tersebut hingga rampung.

Menurut Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute, Ahmad Rijal Ilyas, kehadiran Jembatan Wear Arafura memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Maluku.

“Tujuan utama dari pembangunan jembatan ini untuk membuka isolasi wilayah dan meningkatkan efisiensi transportasi yang selama ini sangat bergantung pada penyeberangan tradisional. Dengan adanya jembatan ini, terbukti bukan hanya distribusi logistik, tapi akses pendidikan dan layanan kesehatan juga meningkat pesat,” ujar Rijal dalam keterangannya, Rabu (27/5).

Pembangunan jembatan Wear Arafura Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Fungsi utama Jembatan Wear Arafura kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Petani dan nelayan lebih mudah membawa hasil panen dan tangkapan mereka ke pasar. Anak-anak sekolah tidak lagi bergantung pada cuaca laut untuk menyeberang ke sekolah.

Selain itu, jembatan ini telah mendorong investasi baru, termasuk pembangunan pasar dan penginapan, yang memperkuat potensi wisata bahari di sekitar wilayah tersebut.

Proyek ini merupakan bagian dari program Nawacita yang bertujuan membangun Indonesia dari pinggiran. Hingga kini, jembatan Wear Arafura masih berfungsi optimal dan telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Tanimbar.

Pemerintah daerah juga rutin melakukan pemeliharaan ringan dan mempromosikan jembatan ini sebagai bagian dari paket wisata terpadu di kawasan tenggara Maluku.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada kuartal I 2025 sebesar 5,07 persen (yoy). Pada sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori transportasi dan pergudangan sebesar 8,16 persen (yoy).

Pada sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 9,21 persen.