Berbeda dengan Petronas, Shell dan BP Justru Mau Tambah Puluhan SPBU di RI

25 September 2022 13:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi SPBU Shell Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SPBU Shell Foto: Sena Pratama/kumparan
ADVERTISEMENT
Meski perusahaan migas asal Malaysia Petronas menyatakan enggan berbisnis SPBU lagi di Indonesia, namun masih ada badan usaha yang justru makin ekspansif untuk membangun lebih banyak SPBU di tanah air.
ADVERTISEMENT
Sebut saja Shell Indonesia yang justru menargetkan penambahan SPBU hingga dua kali lipat hingga tahun 2024. Saat ini tercatat jumlah SPBU milik Shell sebanyak 188 unit.
Sejumlah 188 SPBU Shell tersebut tersebar di kawasan DKl Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian, memastikan komitmen Shell untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Meski begitu, dia tidak bisa mengungkap detail target bisnisnya secara spesifik.
Ingrid Siburian jadi Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia yang baru. Foto: Shell Indonesia
"Mungkin kalau dari target kita harus coba lihat dulu marketnya, tapi pada intinya target (penambahan SPBU) kita adalah double jumlah SPBU dalam 2-3 tahun ke depan, double dari yang sekarang," ujarnya belum lama ini.
Ingrid menambahkan, tidak hanya penambahan jumlah SPBU, tapi Shell juga hendak memperluas jangkauan SPBU ke daerah-daerah yang lebih kecil atau lapis kedua. tidak hanya menyasar kota besar.
ADVERTISEMENT
"Kita sekarang mulai masuk ke kota-kota lapis kedua, jadi misal tadinya hanya di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, kita sekarang sudah mulai ke daerah Jombang, Cirebon, jadi mulai ke arah sana. Tentunya Shell akan terus berkembang," ungkapnya.

BP-AKR Tambah 50 SPBU

Kemudian ada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berencana menambah 50 SPBU BP-AKR di Indonesia di tahun depan. Hal itu sejalan dengan kinerja perusahaan yang positif di paruh pertama ini.
SPBU BP Akr Meruya Ilir, Senin (4/4/2022). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
Adapun AKR bersama British Petroleum (BP) membuat joint venture (JV) dengan membuka stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk BBM non bersubsidi. Menurut dia, stasiun BP-AKR nantinya akan membawa konsep one stop service di mana pelanggan bisa mengisi BBM dan juga menemukan gerai makanan minuman, minimarket bahkan bengkel.
ADVERTISEMENT
“SPBU BP-AKR saat ini sudah ada 33 outlet dan kami akan buka lebih banyak lagi di tahun-tahun yang akan datang,” ungkap Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo, Senin (12/9).
Haryanto Adikoesoemo - President Director, PT. AKR Corporindo Foto: Dok BP-AKR
Dia menilai, pasar BBM ritel masih sangat terbuka dan memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan. Untuk itu, lanjut Haryanto, AKR berencana membangun hingga 350 outlet di Indonesia.
Hal senada disampaikan Direktur dan Corporate Secretary AKR Suresh Vembu, saat ini jumlah gerai SPBU BP-AKR sudah ada 33 outlet di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Ada rencana setiap tahunnya kami tambah 30 sampai 40 pompa bensin. Namun pada 2023 nanti kami berencana untuk menambah 30 hingga 50 pompa bensin BP-AKR di sejumlah wilayah di Indonesia,” pungkas Suresh.
ADVERTISEMENT

Petronas Enggan Berbisnis SPBU di Indonesia

President dan Group CEO Petronas Datuk Tengku Muhammad Taufik empat berkunjung ke kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/9). Dalam pertemuan tersebut perusahaan migas asal Malaysia ini mengungkapkan enggan berbisnis SPBU lagi di Indonesia.
Ilustrasi SPBU Petronas. Foto: Bazuki Muhammad/Reuters
Saat ditemui wartawan usai pertemuan, Datuk Taufik menyebut, pertemuan dengan ESDM itu setidaknya membahas sejumlah rencana kerja sama dan investasi di industri hulu dan hilir migas Indonesia.
Namun, saat disinggung mengenai bisnis SPBU, Datuk Taufik mengaku tak tertarik. "Sudah banyak (SPBU di Indonesia)," ujarnya sambil berkelakar, kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM.
Dia menjelaskan maksudnya berkunjung ke kantor Kementerian ESDM yakni dalam rangka membahas kolaborasi, kerja sama, atau investasi untuk ketahanan energi nasional bersama SKK Migas dan perusahaan migas lokal lain.
ADVERTISEMENT
Atas hal ini, Kementerian ESDM menyebutkan, angka penjualan bensin Petronas terlalu kecil, sehingga bisnisnya tak memenuhi skala ekonomi. Dari jumlah SPBU milik Petronas itu, kemudian 9 di antaranya diambil alih Pertamina.
Selain Petronas, badan usaha lain yang hengkang dari bisnis SPBU di Tanah Air adalah Total dari Prancis.