Berbiaya Rp 225 T, Kilang Pertamina di Tuban Tercanggih di Dunia

PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRP&P) mengucurkan USD 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun untuk membangun Kilang Pertamina Grass Root Refinery (GRR) di Tuban, Jawa Timur.
Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, teknologi di GRR Tuban merupakan salah satu yang tercanggih di dunia. Sebab seluruh Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diproduksi berstandar Euro 5.
"Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro 5, sangat ramah dengan lingkungan," katanya saat ditemui di GRR Tuban Jawa Timur, Sabtu (30/11).
Dia menambahkan, GRR Tuban memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk gasoline dan diesel, 4 juta liter Avtur per hari dan 4,25 juta ton petrokimia per tahun.
"Ini salah satu proyek prestisius dan sangat strategis dalam membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Dampaknya tentu akan sangat besar dirasakan masyarakat sekitar proyek," ucap Nicke.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, total luas proyek ini kurang lebih 821 hektare di Desa Wadung, Kaliuntu dan Sumurgeneng, Tuban. Dari angka itu, 384 hektare di antaranya merupakan milik warga, sisanya milik Perhutani dan KLHK.
Nicke menambahkan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) proyek ini akan mencapai 35 persen. Pun proyek ini akan menyerap 20.000 tenaga kerja saat konstruksi dan 2.500 tenaga kerja saat beroperasi. Saat ini Pertamina telah menyerap 271 pekerja lokal.
"Selain menyerap 271 pekerja lokal, saat ini Pertamina telah memberikan beasiswa kepada 21 lulusan terbaik SMA/SMK untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu agar bisa bergabung di proyek Kilang Tuban," pungkas Nicke.
