Kumparan Logo

Berdikari Ajukan Izin Impor 36.000 Ekor Indukan Ayam ke Kementan

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peternakan ayam (Foto: Reuters/Rodolfo Buhrer)
zoom-in-whitePerbesar
Peternakan ayam (Foto: Reuters/Rodolfo Buhrer)

BUMN yang bergerak di usaha peternakan, PT Berdikari (Persero) atau Berdikari telah mengajukan izin impor 36.000 ekor indukan ayam (Grand Parent Stock/GPS) ke Kementerian Pertanian (Kementan). Izin ekspor ini merupakan yang kedua kalinya diajukan Berdikari, sebelumnya perusahaan telah mengimpor 36.000 ekor GPS tahap pertama.

Direktur Utama Berdikari, Eko Taufik, mengungkapkan perseroan mendapat kuota impor 72.000 ekor GPS pada 2018 ini. Setengah dari kuota itu telah direalisasikan pada April lalu dari Prancis, dan kini sedang mengajukan izin impor yang kedua.

"Sudah mengajukan pada sistem online Kementan (dalam tahap pengajuan), Berdikari menjalankan amanah untuk dapat berperan sebagai integrator industri ayam. Dan akan terus meningkatkan kinerjanya agar dapat membantu pemerintah dalam menjaga harga ayam agar stabil dan terjangkau," ucap Eko saat ditemui di Gedung Kementerian Pertanian, Senin (6/8).

Selain itu, beberapa rencana yang akan dilakukan oleh PT Berdikari (Persero) setelah mendapatkan tambahan kuota impor, yakni untuk memastikan ketersedian supply bibit GPS di tingkat peternak.

Ilustrasi peternakan ayam (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peternakan ayam (Foto: Thinkstock)

"Pertama melakukan kerja sama dengan peternak-peternak mandiri non-Gran Parent (yang tidak memiliki indukan GP) yang berada di Kabupaten Pati. Kerja sama itu yang difasilitasi oleh Pemda setempat," imbuhnya.

Selanjutnya Berdikari akan bekerja sama degan perusahaan-perusahaan GP atau Parent Stock (PS) yang mempunyai populasi kecil dan performance yang kurang baik. Nantinya diharapkan pemerintah dapat melakukan pengendalian produk Day Old Chicken (DOC) PS dan DOC FS yang lebih baik

Sebagai catatan pada tahun ini Kementan telah menetapkan kuota impor GPS sebanyak 707.000 ekor termasuk di dalamnya kuota untuk Berdikari 36.000 ekor yang telah terealisasi. Sementara itu untuk total realisasi impor GPS sepanjang semester I 2018 total 313.000 ekor.