Berhasil IPO, Bukalapak Dulu Lahir dari Sebuah Kos Kecil dan Modal Rp 80 Ribu
ยทwaktu baca 2 menit

Startup Bukalapak secara resmi masuk ke dalam bursa saham pada hari ini, Jumat (9/7). Platform jual beli online itu menggelar Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT Bukalapak.com Tbk.
Dalam acara tersebut, Direktur Utama Bukalapak Muhammad Rachmat Kaimuddin mengenang awal mula kelahiran salah satu unicorn Indonesia itu.
Ia mengungkapkan perusahaan yang dirintis 11 tahun silam itu lahir dari sebuah kamar kos kecil. Dengan bermodalkan saat itu hanya Rp 80 ribu.
"Bukalapak didirikan 11 tahun lalu secara sederhana dengan mimpi besar. Walaupun dimulai dari kamar kos kecil dan dengan modal Rp 80 ribu ," cerita bos Bukalapak itu dalam acara Initial Public Offering (IPO) yang disiarkan secara virtual, Jumat (9/7).
Dalam satu dekade perjalanan marketplace tersebut, Rachmat kini membanggakan Bukalapak sebagai perusahaan teknologi unicorn. Atas dasar itu, ia menyatakan meluncurnya Bukalapak ke dunia pasar saham hari ini sebagai peristiwa yang sangat penting baginya.
Adapun dengan penyelenggaraan IPO ini, Bukalapak secara resmi menyatakan diri sebagai perusahaan terbuka dengan nama PT Bukalapak.com Tbk.
"IPO Bukalapak merupakan sebuah tonggak sejarah bagi industri teknologi dan pasar modal di Indonesia, di mana untuk pertama kalinya sebuah startup teknologi unicorn akan mencatatkan saham di BEI, dan sahamnya dapat dimiliki oleh masyarakat luas," tuturnya.
"Selama ini Bukalapak lebih dikenal sebagai aplikasi dan bukan sebagai perusahaan. Hari ini saya mohon izin memperkenalkan PT Bukalapak.com Tbk," sambung Rachmat Kaimuddin.
Dengan dibukanya penawaran saham perusahaan ke publik ini, dia berharap perusahaan bisa melanjutkan keinginan buat menggenjot UMKM agar semakin banyak masuk ke dunia digital.
Menurutnya, UMKM merupakan mitra utama dalam bisnis Bukalapak. Hingga saat ini, setidaknya perusahaan sudah memiliki jutaan mitra dari usaha kecil dan menengah.
"Bukalapak bermimpi memberdayakan UMKM lewat teknologi. Kami bermimpi tiap orang punya akses jual beli yang adil dan merata, kami ingin membantu terciptanya fair ekonomi for all," pungkas CEO Bukalapak itu.
