Berita Populer: 113 Ribu Turis China ke Bali dan BPJS Tak Tanggung Pasien Corona

Merebaknya virus corona masih menjadi salah satu tema berita populer dari kumparanBisnis pada Senin (2/3). Apalagi, Presiden Jokowi secara langsung sudah mengumumkan ada 2 orang yang terpapar virus corona.
Tak heran pemerintah dan masyarakat secara umum mulai waspada. Namun, di tengah kewaspadaan tersebut harus diiringi dengan fakta bahwa turis asal China yang notabene menjadi negara asal virus corona masih banyak yang menyambangi Indonesia.
Kabar mengenai ratusan ribu turis tersebut, pasien virus corona yang ternyata tak ditanggung BPJS Kesehatan, sampai informasi terbaru calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota baru menjadi berita yang banyak menyita perhatian publik sepanjang hari kemarin.
Berikut ini berita populer kumparanBisnis, Senin (2/3):
113 Ribu Turis Asal China ke Bali
Sebanyak 540.230 orang turis mancanegara masuk ke wilayah Pulau Bali melalui Bandara Ngurah Rai, Bali selama bulan Januari 2020. Kunjungan tertinggi disumbang oleh turis asal China.
"Dengan jumlah itu, terdapat pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 17 persen jika dibandingkan catatan bulan Januari tahun 2019 yaitu sebanyak 463.285 orang wisman yang masuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai," ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado, dalam keterangan resminya seperti dikutip dari Antara, Senin (2/3).
Ia menjelaskan, kunjungan wisatawan asal China menempati urutan pertama dengan jumlah turis 113.646 orang atau menyumbang 21 persen dari total wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui jalur udara. Jumlah kunjungan ini tercatat sebelum penerbangan dari atau ke China ditutup mulai 5 Februari 2020 karena antisipasi penyebaran virus corona.
Setelah China, wisatawan mancanegara asal Australia dan India menduduki urutan kedua dan ketiga sebagai negara penyumbang wisatawan terbanyak, masing-masing dengan jumlah wisatawan sebanyak 105.575 orang dan 30.324 orang.
Herry Sikado menambahkan, pada Januari lalu, pihaknya juga telah menyambut pembukaan dua rute penerbangan baru untuk rute internasional di Bandara Ngurah Rai. Rute baru yang dibuka itu adalah penerbangan Maskapai asal Vietnam, VietJet Air, yang membuka rute penerbangan Hanoi-Bali, serta maskapai nasional, Citilink, yang membuka rute penerbangan Bali-Melbourne, Australia.
Ia menambahkan, terkait mewabahnya COVID-19 atau virus corona di sejumlah negara lain, hal tersebut kemungkinan akan cukup membawa pengaruh terhadap jumlah wisatawan mancanegara yang tiba di Bali pada periode bulan Februari dan selanjutnya.
Hal tersebut tidak lepas dari beberapa faktor. Salah satu faktor primer adalah penutupan sementara operasional penerbangan dari dan ke China hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini wisatawan asal China hampir selalu menjadi wisatawan terbanyak yang kami layani. Hal ini tentunya akan cukup berdampak ke depannya. Namun demikian, prioritas kami adalah untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada setiap penumpang di bandar udara kami," katanya.
Pasien Virus Corona Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
Dua orang warga Indonesia positif terkena virus corona. Keduanya tinggal di Depok, Jawa Barat. Mereka diduga tertular dari warga Jepang.
Saat ini, kedua warga yang merupakan ibu dan anak masing-masing berusia 61 dan 31 tahun tersebut tengah menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.
Lantas bagaimana skema pembiayaan pasien corona? Apakah ditanggung BPJS Kesehatan?
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pasien corona tidak ditanggung pembiayaannya oleh BPJS Kesehatan, melainkan ditanggung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Sudah diatur Kemenkes. Itu sudah ada Kepmenkes-nya," ujar Iqbal kepada kumparan, Senin (2/3).
Hal senada juga dinyatakan oleh Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askaloni. Kemenkeu mencatat anggaran tersebut masuk ke dalam pos belanja Kemenkes.
Namun Askolani tidak merinci berapa biaya yang dialokasikan melalui pos belanja Kemenkes tersebut.
Adapun beleid yang dimaksud adalah Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/104/2020 Tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCov) sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.
"Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tertulis dalam aturan tersebut.
Aturan berlaku sejak dikeluarkannya ketetapan pada 4 Februari 2020. Pembiayaan yang ditanggung termasuk seluruh pasien suspek corona, bahkan sejak sebelum aturan itu dikeluarkan.
"Pembiayaan sebagaimana dimaksud Diktum KEEMPAT termasuk untuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum Keputusan Menteri ini mulai berlaku dengan mengacu pada pembiayaan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi ketentuan selanjutnya dalam surat keputusan tersebut.
Jokowi Benarkan Ahok Calon Kepala Otorita Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi akan menandatangani Perpres Badan Otorita Ibu Kota Negara. Dalam Perpres tersebut, juga akan diputuskan siapa yang bakal menjadi kepala atau CEO dari ibu kota baru di Kalimantan Timur itu.
Dari nama-nama kandidat yang ada, Jokowi membenarkan bila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk ke dalam calon kuat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara.
"Namanya kandidat memang banyak. Satu, pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiono, empat Pak Azwar Anas. Cukup," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3).
Jokowi menambahkan nama kepala dan Perpres Badan Otorita pengelola ibu kota baru akan diteken pekan ini.
Bambang Brodjonegoro sendiri saat ini tercatat sebagai Menteri Riset dan Teknologi, sedangkan Azwar Anas masih aktif sebagai Bupati Kabupaten Banyuwangi.
Sedangkan Ahok juga masih aktif sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Nama Ahok memang santer dibicarakan bakal menjadi kepala badan otorita itu.
