Kumparan Logo

Bermodal Kapal Tempel, Nelayan Dagho Rutin Tangkap Tuna Raksasa

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nelayan menangkap tuna seberat 100 kg. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Nelayan menangkap tuna seberat 100 kg. (Foto: Istimewa)

Para nelayan yang berada di Sulawesi Utara, tepatnya di Desa Dagho, Kecamatan Tamako, Kabupaten Sangihe, mampu menangkap ikan tuna jenis sirip kuning (yellowfin) berukuran raksasa. Rata-rata berat ikan tuna yang berhasil mereka tangkap adalah 60 kg/ekor.

Menurut Kepala Unit Perum Perindo wilayah Sulawesi Utara, Indar Wijaya, nelayan Dagho biasa memancing ikan tuna dengan menggunakan peralatan sederhana, yaitu kail dan kapal tempel. Kapal tempel adalah sebutan bagi mereka karena ukuran kapal cukup kecil, hanya 5 Gross Ton (GT). Sekali melaut, mereka rutin mendapatkan 2 hingga 5 ekor ikan tuna raksasa.

Tangkapan Ikan Tuna Nelayan Desa Dagho di Sulut (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan Ikan Tuna Nelayan Desa Dagho di Sulut (Foto: Istimewa)

"Setiap nelayan rata-rata memakai alat pancing dengan ukuran perahu kecil 5 GT atau perahu tempel, bisa mendapatkan 2 sampai 5 ekor (ikan tuna sirip kuning) dengan berat setiap ekornya 30 kg sampai paling berat 60 kg," ujar Indar, saat dikonfirmasi oleh kumparan (kumparan.com), Jumat (4/8).

Nelayan Dagho, lanjut Indar, biasanya menjual ikan tuna sirip kuning hasil tangkapannya ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) Pelabuhan Pantai Dagho. UPI tersebut merupakan sentra perikanan dan kelautan di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BUMN Perikanan Perum Perindo.

Tangkapan Ikan Tuna Nelayan Desa Dagho di Sulut (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan Ikan Tuna Nelayan Desa Dagho di Sulut (Foto: Istimewa)

Harga jual ikan tuna sirip kuning dari nelayan ke pihak UPI ditentukan berdasarkan kualitas ikan tuna. Menurut Indar untuk kualitas terbaik (Grade A) dihargai Rp 30.000 hingga Rp 50.000/kg, sedangkan kualitas di bawahnya dihargai Rp 20.000 hingga Rp 25.000/kg.

"Mekanisme penjual, nelayan mebawa ikan tunanya ke UPI Perum Perindo di Pelabuhan Pantai Dagho untuk ditimbang berdasarkan kualitas dengan harga variatif, langsung dibayar cash tanpa perantara tengkulak," imbuh Indar.

Tuna Sirip Kuning Sangihe, Sulawesi Utara (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Tuna Sirip Kuning Sangihe, Sulawesi Utara (Foto: Dok. Istimewa)

Jika dilihat dari harga tersebut, nelayan mampu mendapatkan pendapatan kotor hingga Rp 3 juta/ekor untuk ikan tuna sirip kuning kualitas Grade A dengan perhitungan ikan tuna tersebut memiliki bobot 60 kg/ekor dengan harga Rp 50.000/kg. Pendapatan tersebut akan meningkat hingga puluhan juta, jika sekali melaut nelayan dengan kapal ukuran 5 GT mampu mendapatkan 3 hingga 5 ekor.