Beroperasi 1 Maret 2019, MRT Jakarta Terus Jalani Uji Coba

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mulai melakukan uji coba sistem operasional kereta, di antaranya meliputi uji persinyalan, telekomunikasi, dan Overhead Catenary System (OCS) pada Kamis-Jumat (9-10/8) lalu.
Pada Kamis (9/8), rute uji coba yakni dari Depot Inspection Shed Area hingga Depot Access Line di Depo Lebak Bulus. Sedang pada Jumat (10/8), rute diperpanjang menjadi dari Depo Lebak Bulus ke Stasiun Cipete.

“Alhamdulillah lancar. Kami merencanakan 1 Maret 2019 beroperasi, Insya Allah tercapai,” ujar Corporate Secretary MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah kepada kumparan, Selasa (14/8).
Menurut dia, uji coba sistem operasional kereta MRT Jakarta ke depan akan dilakukan terus menerus, mulai dari uji coba berkecepatan rendah, berkecepatan sedang, dan berkecepatan tinggi yang dilakukan secara berkala.

“Uji coba ini sekaligus untuk memastikan pasokan listrik dan daya untuk lintasan MRT ini bekerja dengan baik. Kami persiapkan dengan matang,” ucap Hikmat.
Dia menambahkan, saat ini progres konstruksi sipil MRT Jakarta telah mencapai 95,33 persen, rinciannya jalur layang sepanjang 10 km sebesar 93,42 persen dan jalur bawah tanah sepanjang 6 km sebesar 97,26 persen.

“Nanti akan ada 13 stasiun kereta, ada 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. Kalau rangkaian kereta yang dioperasikan nanti ada 16 unit,” tutupnya.
