Kumparan Logo

Bersama Fortinet, Telkom Perkuat Infrastruktur Digital dan Keamanan Siber

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
VP Global Strategic Partnership & Synergy Arfianto Ramadhian (kanan) saat memberikan cinderamata kepada Director Fortinet Indonesia Edwin Lim (kiri) pada acara seremoni penandatanganan MoU antara Telkom dan Fortinet di Bandung, pada Selasa (25/11). Foto: dok. Telkom
zoom-in-whitePerbesar
VP Global Strategic Partnership & Synergy Arfianto Ramadhian (kanan) saat memberikan cinderamata kepada Director Fortinet Indonesia Edwin Lim (kiri) pada acara seremoni penandatanganan MoU antara Telkom dan Fortinet di Bandung, pada Selasa (25/11). Foto: dok. Telkom

Telkom secara resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan terkemuka dalam solusi keamanan siber dan jaringan, Fortinet Inc. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan infrastruktur digital, kemampuan SD-WAN, dan ketahanan keamanan siber.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio, Seno Soemadji, dan Senior Vice President Legal & Compliance International Fortinet, Thomas Schmidt.

Secara terpisah, acara seremoni penandatanganan MoU ini dihadiri oleh VP Global Strategic Partnership & Synergy, Arfianto Ramadhian, dan Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim di Bandung, pada Selasa (25/11).

Inisiatif ini merupakan langkah penting bagi kedua perusahaan dalam memperluas kolaborasi pada bidang telekomunikasi, layanan digital, serta pengembangan solusi teknologi informasi dan komunikasi inovatif yang sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital Indonesia, khususnya dalam penguatan keamanan siber dan pemanfaatan teknologi Al.

Nantinya, Fortinet akan memberikan dukungan transformasi digital kepada Telkom dengan menyediakan solusi dan inovasi keamanan siber yang terintegrasi di bidang loT, cloud, dan infrastruktur digital.

Kolaborasi antara layanan digital milik Telkom serta portofolio luas Fortinet, seperti next-generation firewalls, SASE, switches, dan access points dapat menghadirkan solusi yang skalabel, aman, dan market-ready bagi berbagai sektor, seperti sektor pemerintah, layanan keuangan, telekomunikasi, dan korporasi.

VP Global Strategic Partnership & Synergy Arfianto Ramadhian (kanan) saat memberikan cinderamata kepada Director Fortinet Indonesia Edwin Lim (kiri) pada acara seremoni penandatanganan MoU antara Telkom dan Fortinet di Bandung, pada Selasa (25/11). Foto: dok. Telkom

Direktur Strategic Business Development & Portfolio, Seno Soemadji menyampaikan, kerja sama ini mencerminkan komitmen Telkom untuk mempercepat transformasi digital Indonesia dengan mengintegrasikan teknologi kelas dunia ke dalam infrastruktur dan portofolio layanan perusahaan.

"Cybersecurity dan SD-WAN merupakan pilar utama dari kebutuhan perusahaan modern, dan kolaborasi dengan Fortinet memungkinkan kami untuk meningkatkan nilai yang kami berikan kepada pelanggan. Kami berharap pengembangan solusi digital yang inovatif dan aman akan memperkuat daya saing nasional," ujar Seno.

Selaras dengan Seno, Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, menyebut, kolaborasi ini akan memperkuat komitmen bersama untuk memastikan masa depan digital Indonesia yang aman.

“Seiring dengan percepatan transformasi digital negara, Fortinet bangga mendukung Telkom dengan pendekatan berbasis AI dan platform yang memfasilitasi inovasi aman secara skala besar, mencakup infrastruktur kritis, cloud, dan teknologi emergensi. Kolaborasi ini juga membuka peluang untuk inovasi bersama jangka panjang guna mengatasi prioritas keamanan siber nasional yang terus berkembang,” tambah Edwin.

Harapannya, kolaborasi strategis antara Telkom dan Fortinet dapat mendukung upaya pengembangan solusi keamanan siber dan SD-WAN sebagai bagian dari portofolio Connectivity+ untuk segmen Business to Business (B2B).

"Dengan penguatan kemampuan sumber daya manusia melalui program pelatihan teknologi Fortinet, serta inisiatif bersama dalam integrasi teknologi, kolaborasi ini diharapkan mengatasi tantangan digitalisasi di berbagai sektor dan meningkatkan ketahanan digital bagi Indonesia." pungkas Edwin.