Kumparan Logo

Besok Buruh Demo Lagi ke Gedung DPR, Tolak UU Cipta Kerja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (16/11).  Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (16/11). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Serikat buruh akan kembali berunjuk rasa di gedung DPR RI besok, Senin (7/2). Rencana ini diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal.

Presiden Partai Buruh itu menyebut, aksi bakal diikuti ribuan buruh se-Jabodetabek. Demo tersebut menyuarakan penolakan dibahasnya UU Cipta Kerja dalam Prolegnas DPR.

"Aksi buruh se-Jabodetabek di DPR RI besok, 7 Februari 2022. Dengan titik kumpul langsung di DPR RI jam 10.00 WIB pagi," ujar Said Iqbal dalam virtual conference, Minggu (6/2).

Menurut Iqbal, buruh lintas serikat secara tegas menolak omnibus law tersebut kembali dibahas di DPR. Mereka, ingin agar undang-undang sapu jagat tersebut dicabut.

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (16/11). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

"Jangan memanfaatkan omicron yang sudah mulai meningkat, jangan saat omicron seperti yang sudah-sudah, pembahasan tidak melibatkan partisipasi publik," ujarnya.

Iqbal mengatakan, selain aksi di DPR, para buruh juga akan menggelar aksi serentak di tiap gedung pemerintahan provinsi. Menurutnya, aksi yang akan dilakukan para buruh, bakal mematuhi aturan petugas keamanan serta protokol kesehatan yang diterapkan Satgas COVID-19.

"Bilamana pemerintah dan DPR terus memaksakan kehendak, membahas UU Cipta Kerja, maka serikat buruh akan menyerukan pemogokan. Setop produksi, kami sudah lelah dibohongi DPR, walaupun ada dua fraksi menolak, ketika diminta jadi saksi keduanya menolak," tutur Said Iqbal.