Kumparan Logo

BGN Sebut Butuh 100 Juta Ayam Petelur untuk Kebutuhan Makan Bergizi Gratis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang siswa menunjukkan menu makan bergizi gratis bulan Ramadhan di SDN Slipi 15, Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang siswa menunjukkan menu makan bergizi gratis bulan Ramadhan di SDN Slipi 15, Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada akhir November 2025. Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dalam program tersebut, dibutuhkan 100 juta ayam petelur yang aktif berproduksi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan, besarnya skala program akan menuntut penguatan rantai pasok pangan, khususnya telur ayam, yang menjadi salah satu komponen utama menu MBG.

"Untuk kebutuhan program Makan Bergizi karena kalau satu hari saja kita mewajibkan makan telur, maka akan dibutuhkan 82,9 juta butir telur sekali masak, itu artinya 5.000 ton,” kata Dadan kepada wartawan di kantor Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Jakarta, Senin (16/6).

Dadan menghitung, untuk menghasilkan 82,9 juta butir telur per hari, dibutuhkan sekitar 100 juta ayam petelur yang aktif bertelur secara konsisten.

“Berapa ayam yang harus ada, kalau 82,9 juta (penerima), itu artinya harus ada 82,9 juta (penerima) dikali 100 bagi 80 itu harus ada kurang lebih 100 juta ayam petelur yang untuk bisa menghasilkan 82,9 juta butir telur dalam satu hari,” ungkapnya.

Dadan mengatakan, program MBG tak hanya menjadi agenda intervensi gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan pelaku usaha baru di sektor pangan.

instagram embed

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto optimistis penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus meningkat. Ia mengungkap penerima manfaatnya bisa mencapai 82,9 juta orang pada November 2025.

“Diperkirakan akhir Mei mencapai 4 juta, dan di akhir Juni mencapai 6 juta, dan di akhir Agustus akan mencapai 22 juta sehingga di akhir November 2025 akan mencapai 82,9 juta penerima manfaat,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (5/5).

Prabowo mengatakan, meski terdapat beberapa kasus keracunan, program MBG tetap berhasil. Sebab menurutnya, persentase keberhasilan mencapai 99,99 persen.

Menurut Prabowo untuk mencapai tingkat nol kesalahan memang tidak mudah. Terkait anggaran saat ini anggaran MBG adalah Rp 71 triliun, meski demikian anggaran tersebut dapat naik menjadi Rp 171 triliun.