Kumparan Logo

BI Bakal All Out Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Begini Strateginya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Nilai tukar rupiah menunjukkan menguat tipis di tengah ketidakpastian pasar global. Berdasarkan data Bloomberg, pada Senin (26/5) pukul 12.09, rupiah menguat sebesar 5,50 poin atau 0,03 persen ke level Rp 16.212 per dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bank sentral siap mengerahkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk menstabilkan rupiah.

"BI akan all out untuk membuat rupiah itu lebih stabil, dan tentunya BI sudah akan mengoptimalkan instrumen yang ada, melakukan intervensi di pasar offshore, melakukan intervensi di pasar sport, pasar DNDF, dan juga apabila diperlukan BI akan melakukan transaksi, terutama pembelian di pasar SBN di dalam negeri,” kata Denny kepada wartawan di Kantor Pusat BI, Senin (26/5).

Salah satu strategi yang menjadi andalan BI adalah kebijakan smart intervention, yakni intervensi cermat dan terukur yang difokuskan pada pasar non-deliverable forward (NDF) dan pasar offshore.

Denny mengungkapkan pendekatan ini mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pantauan terhadap data kinerja mata uang Asia selama bulan Mei 2025, rupiah tercatat mengalami penguatan sebesar 2,6 persen hingga 26 Mei 2025.

“Bulan Mei 2025, kita lihat di sini bahwa rupiah, Indonesia rupiah sampai dengan tanggal 26 itu mengalami penguatan 2,6 persen. Kemudian di atasnya Indonesia ada Thailand menguat 2,95 persen. Ada Malaysia menguat 2,64 persen. Di bawah Indonesia ada Singapura menguat 1,9 persen. Kemudian Filipina menguat 1,03 persen,” ungkapnya.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro dan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso (kanan) dalam Taklimat Media, Rabu (26/3/2025). Foto: Ave Airiza/kumparan

Kinerja positif rupiah ini menempatkannya sebagai salah satu mata uang dengan performa terbaik di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, pelemahan tercatat terjadi pada mata uang India dan dolar Hong Kong.

Namun, bank sentral mengatakan jika tantangan global belum mereda. Ketidakpastian yang masih tinggi membuat stabilisasi nilai tukar menjadi prioritas utama.

“Intinya sekarang bagaimana kita bisa membuat rupiah stabil dulu ya. Karena memang sama-sama kita ketahui, sebagaimana juga dengan pendapat atau pandangan dari Pak Gubernur, bahwa perkembangan global masih tidak pasti,” kata Denny.

Lebih lanjut, dia menyebut stabilitas domestik menjadi kunci dalam menghadapi gejolak eksternal. Oleh karena itu, BI terus mendorong penguatan ekonomi dalam negeri, menjaga inflasi tetap rendah dan terkontrol, serta memastikan nilai tukar bergerak stabil.

“Bank Indonesia komit untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi. Sehingga semuanya itu membuat Indonesia mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap ketidakpastian yang sedang terjadi di pasar global ini,” ujarnya.

instagram embed