Kumparan Logo

BI Catat Arus Modal Asing Masuk RI USD 13,23 Miliar hingga 23 Oktober

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran investasi portofolio asing ke Indonesia mencapai net inflows sebesar USD 13,23 miliar sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan aliran investasi portofolio asing pada awal kuartal IV 2026 mulai membaik.

“Aliran investasi portofolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 tercatat net inflows sebesar 13,23 miliar USD,” kata Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Gedung BI, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Destry menjelaskan, pada kuartal III 2026 aliran investasi portofolio asing mencatat net outflows sebesar USD 0,08 miliar. Kondisi tersebut utamanya disebabkan oleh arus keluar dari investasi saham.

Memasuki awal kuartal IV 2026, aliran modal asing mulai membaik. Hingga 23 Oktober 2026, investasi portofolio asing mencatat net inflows sebesar USD 0,04 miliar.

Aliran masuk tersebut terutama didukung oleh investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan sekuritas rupiah Bank Indonesia.

video story embed

“Jadi kami melihat bahwa ketahanan eksternal Indonesia perlu terus diperkuat guna mitigasi dampak kerambatan tingginya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global,” ujar Destry.

Selain aliran modal asing, ketahanan eksternal Indonesia juga didukung oleh kinerja perdagangan. Neraca perdagangan pada Januari hingga September 2026 mencatat surplus sebesar USD 10,61 miliar.

Pada September 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 3,36 miliar.

“Jadi kami melihat bahwa ketahanan eksternal Indonesia perlu terus diperkuat guna mitigasi dampak hambatan tingginya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global,” terangnya.