Kumparan Logo

BI Catat Dana Asing Masuk Rp 195 Triliun Usai Suku Bunga Naik ke 5,75 Persen

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin, dari 4,75% menjadi 5,75% pada Mei dan Juni, berhasil menarik masuk dana asing senilai Rp 195 triliun. Dana itu masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Hasil positif itu menjadi salah satu alasan BI mempertahankan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli di level 5,75%.

"Dengan kami menaikkan 100 basis poin atau 1% sejak di akhir bulan Mei atau RDG (Rapat Dewan Gubernur -red) Mei, kemudian Juni, kurang lebih satu bulan itu naik 100 basis poin, maka yang terjadi adalah repricing atau penyesuaian harga dari aset-aset domestik kita seperti SBN ataupun SRBI," ujar Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, dalam paparannya via Zoom di acara Editors Briefing BI di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (31/7).

Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock

Menurut Destry, penyesuaian harga tersebut direspons pasar dengan derasnya aliran modal asing masuk.

"Sehingga di awal minggu ini, kita sudah melihat inflow (dana asing masuk -red) untuk SBN dan SRBI sebesar Rp 195 triliun, dan itu nilainya lebih dari 10 billion (miliar) USD. Jadi ini relatif besar," kata Destry.

Ia menyebut masuknya dana asing penting bagi BI karena berkontribusi memperkuat cadangan devisa sekaligus menambah likuiditas di pasar keuangan domestik.

"Sehingga tentunya kita berharap bahwa ekonomi kita atau Rupiah kita akan bisa kita manage dengan lebih stabil," ujar Destry.

instagram embed