Kumparan Logo

BI Catat Transaksi LCT Rupiah-Yen Capai Rp 82,9 Triliun hingga Juli 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berjalan untuk mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/7/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berjalan untuk mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/7/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dengan Jepang mencapai USD 5,1 miliar hingga Juli 2025

Nilai transaksi itu setara dengan Rp 82,9 triliun (kurs Rp 16.256 per 25 Agustus 2025, pukul 10.54 WIB) hingga Juli 2025.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut nilai tersebut menempatkan Jepang sebagai mitra terbesar kedua setelah China dalam skema LCT.

“Hari ini Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Jepang sepakat untuk memperluas transaksi mata uang lokal, yang mana transaksi mata uang lokal Indonesia-Jepang sudah menjadi nomor dua setelah Tiongkok,” katanya dalam High Level Campaign LCT & Launching QRIS Cross Border Indonesia-Jepang, di Jakarta, Senin (21/5).

Perry mengungkapkan, sebagian besar transaksi mata uang lokal dengan Jepang didorong oleh kegiatan ekspor-impor. Namun, BI ingin mendorong lebih jauh dengan menggabungkan transaksi mata uang lokal dengan pembayaran lintas batas digital.

“Inilah babak baru, yaitu transaksi mata uang lokal dan interkonektivitas lintas batas sistem pembayaran. Dan lebih dari itu, juga terhubung dengan pasar uang dan transaksi keuangan. Bayangkan saja.

Melalui skema ini, Perry menyebut transaksi rupiah dan yen ke depan tak hanya akan memfasilitasi perdagangan dan investasi, tapi juga bisa digunakan untuk membeli obligasi pemerintah seperti instrumen seperti SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) atau surat berharga pendapatan tetap lainnya melalui mobile banking.

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh

“Saya menantang Anda semua, dari APUVINDO dan ASPI, untuk segera bekerja sama agar rekening yen tersebut dapat digunakan untuk membeli obligasi pemerintah dan pasar sekunder ritel. Beli ritel menggunakan mobile banking yang terhubung ke lintas batas,” ungkapnya.

Perry menambahkan, penguatan kerja sama melalui LCT dan pembayaran lintas batas diharapkan tak hanya mendorong perdagangan dan investasi, tapi juga membuka peluang bagi UMKM serta pendalaman pasar keuangan Indonesia.

Menurutnya, inisiatif ini juga akan membantu menekan biaya transaksi, menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus memperkuat ketahanan sistem keuangan ke depan.

“Ini merupakan strategi manajemen risiko, termasuk diversifikasi mata uang serta pendalaman pasar keuangan,” tuturnya.

-

Reporter: Nur Pangesti

instagram embed