Kumparan Logo

BI Catat Tren Transaksi Non Tunai Terus Tumbuh

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Bank Indonesia. Foto: REUTERS / Iqro Rinaldi
zoom-in-whitePerbesar
Logo Bank Indonesia. Foto: REUTERS / Iqro Rinaldi

Bank Indonesia (BI) mencatat penggunaan alat transaksi tunai dari tahun ke tahun makin menurun. Ini merupakan dampak dari kemajuan sistem pelayanan digital.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran BI, Ery Setiawan, mengatakan saat ini tren pembayaran kliring elektronik tumbuh. Adapun pertumbuhan rata-rata sebesar 13,9 persen per tahun menjadi sekitar Rp 2,15 triliun. Adapun rata-rata frekuensi transaksi sebanyak 91 juta kali.

"Tetapi sebaliknya, kliring warkat debet (penggunaan cek dan bilyet giro) alami penurunan 13,4 persen. Artinya sudah kelihatan bahwa penggunaan alat pembayaran pakai kertas itu makin lama makin turun," ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).

Ilustrasi transaksi pembayaran dompet digital Gopay. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sementara itu, terjadi penurunan kliring melalui cek dan giro (kertas) setiap tahun rata-rata Rp 1,3 triliun atau sebesar 13,36 persen. Rata-rata frekuensi transaksi sebanyak 31 juta per tahun.

Kliring adalah suatu kegiatan pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antarbank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Tujuan diselenggarakannya kegiatan kliring itu sendiri adalah untuk mempermudah transaksi pembayaran yang aman dan cepat.