Kumparan Logo

BI Fast Payment Siap Diluncurkan 2021, Proses Layanan Kliring Bisa Real Time

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Bank Indonesia (BI) siap mentransformasikan layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) menjadi BI Fast Payment mulai tahun depan. Dengan sistem baru tersebut, transaksi kliring bisa diproses saat itu juga atau real time.

Saat ini, pembayaran menggunakan kliring atau Lalu Lintas Giro (LLG) cukup memakan waktu. Prosesnya memerlukan waktu 2-3 hari kerja.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, saat ini bank sentral masih terus melakukan proses kesiapan infrastruktur. "Kami berharap tahun depan BI Fast bisa segera dijalankan," kata Perry dalam peluncuran Aftech Annual Member Survey, Kamis (10/9).

Perry Warjiyo melanjutkan, BI Fast Payment sebagai salah satu upaya yang dilakukan otoritas untuk mengakselerasi sistem pembayaran dengan teknologi digital.

Menurut dia, langkah tersebut akan berdampak positif karena transaksi akan lebih cepat dan biaya yang dikeluarkan juga akan lebih murah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

"BI Fast Payment akan menggantikan SKNBI, BI Fast akan 24 jam 7 hari dan real time, hanya akan memerlukan waktu beberapa detik untuk akselerasi setelmen dan kliring dengan sistem pembayaran. Ini sebuah revolusi, reformasi dalam pembayaran digital," jelasnya.

Secara umum, Perry melihat perkembangan sistem pembayaran dengan teknologi digital tak dapat lagi dihindari. Apalagi di masa pandemi saat ini, masyarakat yang melakukan transaksi keuangan secara digital semakin meningkat.

Per Juni 2020, nilai transaksi uang elektronik mencapai 25,94 persen (yoy), dari bulan sebelumnya hanya 17,31 persen (yoy).

"Masyarakat kita, milenial, sudah menggunakan payment digital, financial digital. Ini pertumbuhannya sangat cepat. Kita berharap bisa terus bekerja sama dengan industri ini, bank, asosiasi sistem pembayaran, dan fintech," ujarnya.