BI Minta Bank Turunkan Bunga: Ikan Sepat Ikan Gabus, Makin Cepat Makin Bagus
·waktu baca 3 menit

Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan nasional untuk segera menurunkan suku bunga kredit menyusul pemangkasan BI Rate sebesar total 150 basis poin sejak September 2024.
Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bank sentral memberikan insentif likuiditas makroprudensial (LKM) untuk mendorong perbankan segera menurunkan suku bunganya.
"Ikan sepat ikan gabus, semakin cepat kredit tumbuh dan semakin cepat suku bunga kredit turun, BI akan berikan insentif lebih tinggi," kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/10).
Perry menjelaskan, BI telah meningkatkan insentif likuiditas dari semula 5 persen menjadi 5,5 persen dari dana pihak ketiga (DPK). Tujuannya untuk mempercepat transmisi kebijakan moneter melalui penyaluran kredit dan penurunan bunga kredit perbankan.
“Kalau realisasi lebih gede, ya ditambah lebih gede insentifnya. Kalau realisasi lebih rendah dari rencana, ya lebih rendah. Itu untuk penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas,” jelas Perry.
Deputi Gubernur BI Juda Agung menambahkan, bank yang paling cepat menurunkan suku bunga kredit akan mendapatkan tambahan insentif maksimum 0,5 persen dari DPK.
“Kita mendorong bank-bank untuk segera melakukan penyesuaian suku bunga kredit terhadap penurunan BI rate, jadi pada intinya bank-bank semakin cepat dia menurunkan suku bunga kreditnya, akan mendapatkan insentif likuiditas, yaitu maksimum 0,5 persen dari DPK-nya,” jelas Juda.
“Semakin cepat, semakin besar insentif likuiditasnya. Kami sudah lihat ada beberapa bank besar yang mulai menurunkan, tapi sebagian besar masih terbatas. Jadi bank-bank yang menurun dengan cepat, kita akan berikan insentif likuiditas yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, juga turut berbicara mengenai hal ini. Menurut dia penurunan suku bunga perbankan masih jauh tertinggal dibandingkan penurunan suku bunga kebijakan.
Dari total penurunan BI Rate sebesar 150 basis poin sejak September 2024, suku bunga dana pihak ketiga baru turun 29 basis poin. Adapun suku bunga kredit bank lebih kecil lagi, hanya turun 15 basis poin.
“Nah yang perlu diperkuat adalah transmisinya di suku bunga perbankan, si ikan sepat, ikan gabus tadi. Di DPK, itu baru turun 1 bulan, 29 basis point. Bayangkan, 150 basis point, baru turun 29 basis point. Di kredit apalagi, baru turun 15 basis point. Jadi inilah yang ingin dilakukan oleh Bank Indonesia. kata Aida.
Aida berharap kebijakan insentif likuiditas dan penguatan kanal suku bunga dapat mempercepat pertumbuhan kredit yang ditargetkan 8–11 persen pada tahun ini.
“Kemudian juga undisbursed loan yang masih tinggi Rp 2.374,8 triliun atau 22,54 persen dari platform yang tersedia, ini bisa disalurkan, sehingga rencana target kredit 8-11 persen akan terjadi,” ujarnya.
