BI Proyeksi Ekonomi Syariah Indonesia Tumbuh 5,5 Persen Tahun Ini

26 Februari 2024 12:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bank Indonesia memproyeksi ekonomi syariah Indonesia tumbuh 4,7 persen hingga 5,5 persen di 2024. Ditopang oleh pembiayaan perbankan syariah.
ADVERTISEMENT
"KIta melangkah di tahun 2024 ini dengan cukup optimis, di tahun ini kami perkirakan ekonomi syariah akan tumbuh sebesar 4,7-5,5 persen. Dengan dukungan dari pembiayaan perbankan syariah yang diperkirakan terus tumbuh pada kisaran 10-12 persen," Deputi Gubernur BI, Juda Agung dalam acara peluncuran Buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023, Senin (26/2).
Juda mengatakan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di 2023 sangat positif. Bahkan, pariwisata ramah muslim Indonesia menduduki peringkat pertama di Global Muslim Travel Index tahun 2023.
"KIta sekarang ini berada di peringkat tiga naik satu tingkat dari tahun sebelumnya tentang ekonomi dan keuangan syariah. Dan juga dari pariwisata ramah muslim kita berada di peringkat pertama di Global Muslim Travel Index tahun 2023," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung. Foto: Dok. Istimewa
Kemudian, dari sisi keuangan, perbankan syariah masih mencatat peningkatan yang signifikan. Di tahun 2023 pembiayaan syariah di sektor riil tumbuh 15,8 persen.
"Di tahun 2023 pertumbuhan pembiayaan syariah pada sektor riil itu tumbuh 15,8 persen di atas pertumbuhan kredit, dan pembiayaan sektor riil yang secara keseluruhan tumbuh sekitar 10,5 persen," tutur Juda.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan aset keuangan dalam sektor keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar Rp 2.452 triliun atau USD 157 miliar per September 2024.
"Prestasi ini didorong oleh pertumbuhan yang luar biasa sebesar 6,75 persen per tahun. Pangsa pasar kita juga sudah mencapai 10,81 persen dari seluruh landscape seluruh keuangan negara kita," kata Kiki.
ADVERTISEMENT