Kumparan Logo

BI Proyeksi Indeks Manufaktur RI Menguat ke 51,97 Persen di Kuartal I 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pabrik mobil Daihatsu. Foto: Astra International
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pabrik mobil Daihatsu. Foto: Astra International

Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan atau manufaktur pada kuartal IV 2024 mencapai 51,58 persen. Angka ini masih menunjukkan fase ekspansi (di atas 50 persen).

Sementara pada kuartal I 2025 kinerja LU industri pengolahan diproyeksi pada fase ekspansi dan meningkat, tercermin dari Purchasing Managers Index BI (PMI-BI) sebesar 51,97 persen.

Kinerja LU industri pengolahan kuartal I 2025, didorong oleh mayoritas komponen yang diperkirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada komponen volume persediaan barang jadi, volume total pesanan, volume produksi, dan permintaan barang pesanan input.

Meskipun komponen jumlah tenaga kerja masih berada pada fase kontraksi, meski diperkirakan akan membaik.

“Mayoritas Sub-LU juga diperkirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri mesin dan perlengkapan, diikuti industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman serta industri furnitur,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (17/1).

Suasana pabrik garmen. Foto: AFP

Sementara, kinerja LU industri pengolahan kuartal IV 2024 dilihat dari komponen pembentuknya, mayoritas komponen juga berada pada fase ekspansi yaitu volume persediaan barang jadi, volume total pesanan, volume produksi, dan penerimaan barang pesanan input.

Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian besar Sub-LU berada pada fase ekspansi dan menopang kinerja PMI-BI, dengan indeks tertinggi pada industri furnitur, diikuti industri mesin dan perlengkapan, serta industri kulit, barang dari kulit dan alas aaki.

“Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mengindikasikan kinerja kegiatan LU industri pengolahan tetap tumbuh dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 0,93 persen,” kata Ramdan.

instagram embed