Kumparan Logo

BI Rate Naik, Prabowo Minta Himbara Tak Buru-buru Naikkan Suku Bunga Kredit

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia kini mengikuti tarif global sebesar 15 persen yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, naik dari sebelumnya 10 persen. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia kini mengikuti tarif global sebesar 15 persen yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, naik dari sebelumnya 10 persen. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Pemerintah berharap bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit meski Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 5,75 persen per Juni 2026.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran direksi dan komisaris lima bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN, di Istana Kepresidenan, Kamis (18/6) malam.

Airlangga berharap penyaluran kredit tetap berjalan di tengah kenaikan suku bunga acuan. "Ya tentu harapannya kan ke depan kredit tetap jalan," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan kenaikan bunga acuan akan ditransmisikan ke bunga kredit perbankan. Namun, pemerintah berharap Himbara tidak terlalu cepat menaikkan bunga pinjaman.

"Ya ini relay-nya kan ada transmisi terkait kenaikan bunga kredit. Diharapkan tentu Himbara tidak terlalu cepat juga untuk menaikkan," ujarnya.

Minta Kredit Tetap Mengalir

Sejumlah uang kertas rupiah Indonesia difoto di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026), setelah nilai tukar rupiah melemah hingga melampaui angka 18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan Presiden Prabowo meminta bank-bank Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas agar penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha, terutama UMKM, tetap terjaga.

Menurut Rosan, pertumbuhan kredit perbankan Himbara dalam setahun terakhir masih cukup tinggi.

"Kalau dilihat memang dalam perjalanan setahun ini dari 2025 sampai 2026, lending perbankan kita itu naik average 15 persen. Average naik 15 persen," ujar Rosan.

Ia menambahkan, likuiditas perbankan juga masih terjaga dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang masih mencatatkan kenaikan dua digit.

"Likuiditas juga dana pihak ketiga terjaga juga naik double digit dan yang paling penting juga NPL-nya, non-performing loan bank kita itu aja Mandiri itu hanya 0,9. Jadi average NPL atau non-performing loan kita Bank Himbara itu antara 0,9 sampai 1,8 persen pada saat ini," katanya.

Menurut Rosan, efisiensi perlu terus ditingkatkan agar kenaikan suku bunga acuan tidak mengganggu penyaluran kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.

"Nah justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM itu tetap bisa terjaga di level yang baik, di level yang sama," ujar Rosan.

Meski demikian, Rosan menegaskan Presiden Prabowo tidak memberikan arahan khusus kepada bank-bank Himbara untuk menahan kenaikan suku bunga kredit.

"Oh tidak ada, tidak ada," kata Rosan saat ditanya apakah Presiden meminta perbankan menahan suku bunga kredit.

instagram embed