Kumparan Logo

BI Rate Stagnan Rendah, Tapi Bunga KPR Masih Tinggi

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi KPR. Foto: BRI Syariah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KPR. Foto: BRI Syariah

Bank Indonesia (BI) telah empat kali menurunkan bunga acuannya hingga berada di level saat ini yaitu 4 persen. Di tahun ini, BI pertama kali menurunkan suku bunganya pada bulan 20 Februari 2020. Saat itu suku bunga acuan turun 25 basis poin menjadi 4,75 persen dari sebelumnya di level 5 persen.

Lalu, suku bunga kembali turun 25 bps pada Maret 2020 menjadi 4,5 persen. Penurunan ini mempertimbangkan ekonomi yang terkena dampak pandemi COVID-19. Sedangkan pada bulan April dan Mei suku bunga ditahan pada level 4,5 persen.

Adapun pada bulan Juni BI kembali menurunkan suku bunganya sebesar 25 bps menjadi level 4,25 persen. Serta kembali turun pada bulan Juli menjadi 4 persen.

Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

com-Bank BRI, ilustrasi pengajuan KPR Foto: Shutterstock

Sayangnya tren penurunan suku bunga acuan tidak terjadi pada suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Bunga KPR terpantau masih terbilang cukup tinggi.

Bunga KPR jika di rata-ratakan di 15 bank besar masih di atas 10 persen. Berikut datanya:

BRI : 9,90 persen Bank Mandiri : 10,20 persen Bank Negara Indonesia : 10,20 persen Bank Danamon : 10,25 persen Bank Permata : 10 persen BCA : 9,40 persen Maybank Indonesia : 9,25 persen Bank Panin : 10,25 persen CIMB Niaga : 9,50 persen UOB Indonesia : 10 persen Bank BJB : 9,62 persen BTN : 10,50 persen Bank Mega : 11,50 persen Bank Bukopin : 9,8 persen Bank DKI : 10,25 persen

BI justru mencatat penurunan terjadi pada suku bunga deposito dan suku bunga kredit sejak dilakukannya pelonggaran likuiditas dan penurunan bunga kebijakan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan per September 2020 suku bunga deposito tercatat 5,18 persen, turun dibandingkan periode bulan sebelumnya yang tercatat 5,49 persen. Begitu juga suku bunga kredit yang turun dari 9,92 persen menjadi 9,88 persen.

“Per September, suku bunga kredit 9,88 persen, dari periode Agustus 2020 sebesar 9,92 persen,” ungkap Perry dalam paparan hasil RDG Oktober, Selasa (13/10).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

BI juga mencatat pertumbuhan kredit pada September 2020 turun dari 1,04 persen menjadi 0,12 persen. Menurut Perry ketahanan sistem keuangan masih tetap kuat, meski risiko dari meluasnya dampak COVID-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati.

“Pertumbuhan kredit pada September 2020 kembali menurun dari 1,04 persen (yoy) pada Agustus 2020 menjadi 0,12 persen (yoy),” ujarnya.

Menurut Perry, intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat dan kehati-hatian perbankan akibat pandemi COVID-19.