Kumparan Logo

BI Rate Terendah Dalam Sejarah, Kapan Bunga KPR Turun?

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang bocah bermain sepeda di kawasan perumahan subsidi pemerintah di Perumahan Sasak Panjang 2, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang bocah bermain sepeda di kawasan perumahan subsidi pemerintah di Perumahan Sasak Panjang 2, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan kembali suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate 25 basis poin atau menjadi 3,5 persen. Suku bunga acuan BI saat ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah.

Keputusan penurunan suku bunga acuan ini bertujuan untuk mengungkit penyaluran kredit ke masyarakat, salah satunya kredit KPR.

Ekonom BCA David Sumual menjelaskan, biasanya bunga KPR bank akan mengikuti benchmark dari kebijakan BI. Perbankan juga melakukan promo penjualan untuk dapat merangsang permintaan.

“KPR tren menurun mengikuti benchmark rate. Biasanya bank-bank ada promo di mana ada diskon bunga,” katanya kepada kumparan, Sabtu (20/2).

Data Indonesia Property Market Index Q1 2021 menunjukkan terjadinya penurunan harga properti, kenaikan suplai, dan turunnya permintaan secara nasional pada Q4 2020 kemarin.

Ilustrasi KPR. Foto: Pixabay

Meski demikian, David menuturkan bahwa kebijakan penurunan BI rate ini baru akan terasa dalam jangka waktu 6 bulan. Sebab sifat dari kebijakan moneter itu tak selonggar kebijakan fiskal, seperti adanya pemotongan pajak.

“Kalau instrumen moneter dan perbankan tidak banyak yang bisa (mendorong) malah dari fiskal, potongan pajak,” sambungnya.

Sampai saat ini, bunga KPR masih cukup tinggi berkisar 9 persen sampai 10 persen. Ternyata penurunan suku bunga acuan BI tidak serta merta bisa menurunkan bunga KPR.

kumparan post embed

Suku bunga kredit perbankan disusun oleh empat faktor yakni harga pokok dana untuk kredit/biaya dana (cost of fund), overhead cost, profit margin, dan premi risiko individual nasabah.

Suku bunga acuan bukan faktor utama, namun penurunannya dapat memberikan ruang penurunan cost of fund dan dapat ditransmisikan ke suku bunga kredit. Selain itu, suku bunga kredit ditentukan oleh struktur biaya dana bank. Semakin efisien suatu bank, maka semakin rendah biaya dananya dan juga transmisinya ke suku bunga kredit yang diberikan.