Kumparan Logo

BI Sebut Efek Penurunan Suku Bunga ke Kredit Butuh Waktu hingga 1 Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia disebut tak akan serta-merta langsung berdampak pada penurunan bunga kredit perbankan. Efek penurunan suku bunga acuan BI tersebut baru akan terasa dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun setelah keputusan diambil bank sentral.

"Para ekonom bilang transmisi suku bunga ke suku bunga kredit itu sekitar 6 bulan, saya rasa sama hitung-hitungan kita. Dari sisi BI rate ke suku bunga pasar uang itu biasanya lebih pendek 2-3 bulan, ke suku bunga dana 6 bulan, ke suku bunga kredit sekitar 1 tahun," kata Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) Bank Indonesia, Solikin M, dalam Taklimat Media di Kantor Pusat BI, Senin (26/5).

Solikin menyebut dampak penurunan BI rate ke ekonomi nasional secara keseluruhan bahkan memakan waktu 1,5 tahun. Berbeda jika ke suku bunga pasar uang, dampaknya bisa dirasakan lebih cepat.

"More or less gitu tergantung. Tapi pastinya BI rate ke suku bunga pasar uang itu bisa seketika," ucapnya.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar pada Rabu pekan lalu, memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 0,25 persen pada Mei 2025 menjadi 5,5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo meminta perbankan segera menurunkan suku bunga kredit dan deposito guna memperkuat transmisi kebijakan moneter dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perry mengatakan, BI telah menurunkan BI-Rate dan mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market. Hasilnya terlihat dari penurunan suku bunga pasar uang, seperti suku bunga INDONIA yang menurun dari 6,03 persen pada awal Januari 2025 menjadi 5,77 persen per 20 Mei 2025.

Demikian pula suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing turun signifikan.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro dalam Taklimat Media, Rabu (26/3/2025). Foto: Ave Airiza/kumparan

Imbal hasil surat berharga negara (SBN) juga ikut turun. Untuk tenor 2 tahun, imbal hasil menurun dari 6,96 persen menjadi 6,16 persen. Sedangkan tenor 10 tahun menurun dari 6,98 persen menjadi 6,84 persen. Penurunan ini mencerminkan transmisi kebijakan moneter berjalan di pasar uang dan obligasi negara.

Meski begitu, Perry menilai perbankan belum sepenuhnya menyesuaikan kebijakan suku bunganya. Suku bunga deposito 1 bulan tercatat naik tipis menjadi 4,83 persen pada April 2025 dari 4,81 persen pada awal Januari.

Bahkan sejumlah bank masih menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dari yang dipublikasikan. Suku bunga kredit pun stagnan di level tinggi, yakni 9,19 persen pada April, hanya turun 0,01 persen dari posisi awal tahun.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang suku bunga perlu diturunkan untuk mendorong peningkatan penyaluran kredit guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” kata Perry.

instagram embed