BI Targetkan Semua Bank Terkoneksi dengan 2 Lembaga Switching

Bank Indonesia menargetkan semua bank terkoneksi dengan dua lembaga switching pada Juni tahun ini. Upaya ini merupakan langkah pemerintah dalam menyempurnakan layanan pembayaran digital yang saling terkoneksi satu sama lain dalam program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, mengatakan saat ini sudah ada 49 bank yang terhubung dengan dua lembaga switching. Dengan begitu, transaksi konsumen dalam 49 bank ini akan terkoneksi satu sama lain.
"Yang sudah terhubungan dua lembaga switching itu ada 49 bank. 60 bank lainnya masih terkoneksi satu switching saja. Kita targetkan sisanya Juni 2018 ini semua bank sudah terhubung dua lembaga switching," kata Sugeng di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/4).
Lembaga switching yang mengatur data transaksi bank yang ada di Indonesia antara lain ATM Link Himbara (PT Jalin Pembayaran Nasional), ATM Bersama (PT Artajasa Pembayaran Elektronis), Prima (PT Rintis Sejahtera), dan Alto (PT Daya Network Lestari).
Sugeng menegaskan bank wajib terkoneksi dua lembaga switching. Sebab dengan terhubung, kondisi layananan keuangan akan lebih baik yang juga akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat sebab transaksi jadi lebih mudah.
Sugeng membanding sistem ini dengan Thailand. Menurutnya, di negara gajah putih itu, sistem pembayaran bank mereka masih benar-benar satu lembaga switching.
"Pas saya ke Thailand, lihat di sana masih satu switching. Kalau data itu kenapa-kenapa kan ngeri karena enggak ada back up-nya. Kita mikirin sampai sana (untuk transaksi di Indonesia)," bebernya.
