Kumparan Logo

Biar Enggak Krisis Lagi, PLN Beli Batu Bara Langsung dari Penambang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penerapan protokol pencegahan COVID-19 di Kantor Pusat PLN. Foto: PLN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penerapan protokol pencegahan COVID-19 di Kantor Pusat PLN. Foto: PLN

PT PLN (Persero) membuat mekanisme pembelian batu bara terbaru demi menjaga keandalan pasokan listrik ke pelanggan, yaitu dengan menerapkan sentralisasi kontrak pembelian batu bara.

Direktur Energi Primer PLN, Hartanto Wibowo, menjelaskan seluruh kontrak pembelian batu bara tidak lagi melalui anak usaha PT PLN Batubara, melainkan bakal dialihkan ke PLN sebagai induk usaha.

"Untuk optimalisasi, PLN melakukan pemusatan dalam penyediaan batu bara sehingga seluruh pembelian batu bara terkonsolidasi di PLN. Kebijakan ini akan mendorong efektivitas manajemen batu bara," ungkap Hartanto melalui keterangan resmi, Rabu (9/2).

Tidak hanya itu, PLN maupun PLN Batubara pastikan tidak ada lagi kontrak dengan trader, melainkan langsung dengan perusahaan tambang untuk menjamin keandalan pasokan batu bara. Kontrak PLN Batubara yang didominasi dengan trader telah diubah sehingga penambang menjadi pihak yang terikat.

Selain itu, PLN juga melakukan perubahan kontrak yang semula bersifat jangka pendek juga diubah menjadi kontrak jangka panjang.

“Perubahan kontrak ini dilakukan untuk menjamin kepastian pasokan batu bara secara jangka panjang, baik dari sisi volume juga jadwal pengiriman," tambah Hartanto.

Hartanto melanjutkan, PLN memastikan proses pembayaran kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok batu bara ini lebih cepat, maksimal hanya dua minggu dari sebelumnya yang bisa memakan waktu hingga 4 bulan.

Nelayan melintasi di PLTU Suralaya di Cilegon. Foto: RONALD SIAGIAN / AFP

"Untuk memperbaiki bisnis dan rantai pasok. Kami ubah mempercepat tagihan operasi dan transportasi, maksimal 14 hari setelah dokumen penagihan diterima secara lengkap dan benar oleh PLN, dari sebelumnya sekitar 90-120 hari," jelasnya.

Kecepatan pembayaran ini berlaku untuk pengadaan kapal, tongkang, bongkar muat. Juga pembayaran batu bara kepada penambang.

Saat ini, PLN memastikan pemenuhan pasokan batu bara untuk PLTU telah sesuai rencana dengan rata-rata pasokan mencapai 15 Hari Operasi (HOP). Dengan terpenuhinya batu bara tersebut PLN optimistis dapat menjaga keandalan suplai listrik ke pelanggan.