Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp 27 T, Lebih Besar dari APBD di 30 Provinsi

13 Oktober 2021 11:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan proyek kereta cepat  di Bekasi, Jawa Barat. Foto: Dok. Biro Pers Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan proyek kereta cepat di Bekasi, Jawa Barat. Foto: Dok. Biro Pers Setpres
ADVERTISEMENT
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan biaya dan gagal memenuhi target awal penyelesaiannya. Pada awalnya, proyek ini diperhitungkan membutuhkan biaya Rp 86,5 triliun. Kini biaya proyek menjadi Rp 114,24 triliun alias membengkak Rp 27,09 triliun. Target penyelesaian pun mundur dari 2019 ke 2022.
ADVERTISEMENT
Demi kelanjutan proyek tersebut, Presiden Jokowi membuka opsi pendanaan melalui APBN untuk kereta cepat Jakarta-Bandung.
Padahal pada 2016, Jokowi sendiri pernah menyatakan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak boleh memakai APBN. Menurutnya, lebih baik uang negara dipakai untuk membangun infrastruktur di daerah, terutama luar Jawa.
"Saya tidak mau kereta cepat ini menggunakan APBN. Makanya pembangunan ini sepenuhnya pakai investasi. Nanti kalau pakai APBN saya ditanya lagi, Pak kok Jawa lagi, yang di luar Jawa kapan? Yang di Papua kapan? Selalu rakyat bertanya seperti itu," katanya dalam acara groundbreaking kereta cepat di kawasan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016.
Infografik Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: Tim Kreatif kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografik Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: Tim Kreatif kumparan
Berdasarkan penelusuran kumparan, pembengkakan anggaran kereta cepat lebih besar dari anggaran belanja daerah di 30 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hanya ada 4 provinsi yang memiliki APBD 2021 lebih dari Rp 27,09 triliun, yaitu DKI Jakarta (Rp 74,17 triliun), Jawa Barat (Rp 44,44 triliun), Jawa Tengah (Rp 27,11 triliun), dan Jawa Timur (32,92 triliun). Sedangkan 30 provinsi lainnya hanya belanja kurang dari Rp 27,09 triliun di tahun ini.
Artinya, pembengkakan biaya itu bisa dipakai untuk membiayai seluruh pengeluaran 1 pemerintah provinsi selama 1 tahun atau lebih, termasuk anggaran pembangunannya.
Dikutip dari data database Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), berikut data anggaran belanja daerah 2021 di 30 provinsi:
1. Aceh Rp 16,44 triliun
2. Sumatera Utara Rp 7,99 triliun
3. Sumatera Barat Rp 3,58 triliun
4. Riau Rp 4,96 triliun
5. Kepulauan Bangka Belitung Rp 2,84 triliun
ADVERTISEMENT
6. Kepulauan Riau Rp 3,98 triliun
7. Jambi Rp 4,51 triliun
8. Bengkulu Rp 3,05 triliun
9. Sumatera Selatan Rp 10,72 triliun
10. Lampung Rp 7,41 triliun
11. Banten Rp 15,95 triliun
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
12. Kalimantan Selatan Rp 6,65 triliun
13. DI Yogyakarta Rp 6,05 triliun
14. Kalimantan Barat Rp 7,02 triliun
15. Kalimantan Tengah Rp 4,88 triliun
16. Kalimantan Timur Rp 11,61 triliun
17. Kalimantan Utara Rp 2,64 triliun
18. Sulawesi Barat Rp 2,34 triliun
19. Sulawesi Utara Rp 4,08 triliun
20. Gorontalo Rp 1,91 triliun
21. Nusa Tenggara Barat Rp 5,46 triliun
22. Sulawesi Tengah Rp 4,24 triliun
23. Sulawesi Selatan Rp 12,5 triliun
24. Sulawesi Tenggara Rp 5,27 triliun
ADVERTISEMENT
25. Bali Rp 8,03 triliun
26. Nusa Tenggara Timur Rp 7,66 triliun
27. Maluku Rp 4,01 triliun
28. Maluku Utara Rp 3,33 triliun
29. Papua Rp 16,48 triliun
30. Papua Barat Rp 7,74 triliun