Kumparan Logo

Biaya LRT Manggarai-Dukuh Atas Bengkak Jadi Rp 2,7 T, Bakal Dibiayai Obligasi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap biaya pembangunan trase LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas berubah dari rencana awal Rp 2,1 triliun menjadi sekitar Rp 2,7 triliun.

Kenaikan anggaran tersebut disebabkan tambahan investasi untuk pengadaan trainset.

"Ada perubahan angka, dulu kami mengumumkan Rp 2,1 triliun, ternyata harus ada investasi untuk trainset-nya yang jumlahnya kurang lebih 16. Sehingga totalnya menjadi Rp 2,7 triliun," kata Pramono saat meninjau persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8).

Pramono mengatakan, pembangunan LRT hingga Dukuh Atas menjadi salah satu proyek yang diajukan Pemprov DKI Jakarta dengan skema pembiayaan melalui obligasi daerah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Obligasi Daerah Rp 5,6 T

Pramono menjelaskan, total nilai obligasi daerah yang diajukan Pemprov DKI Jakarta sekitar Rp 5,6 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai dua sektor, yakni pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas dan pembangunan RS Sumber Waras.

Pramono menyebut Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana penerbitan obligasi daerah tersebut. Secara prinsip, kata Pramono, Kemenko Bidang Perekonomian telah memberikan sinyal positif.

Namun, masih perlu pembahasan dan persetujuan dari kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan uji coba LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

"Kami sudah berkoordinasi dan mengirim surat kepada pemerintah pusat. Yang jelas sebagai langkah awal Kemenko Perekonomian secara prinsip sudah memberikan sign kepada kami," kata Pramono.

Pramono berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga izin penerbitan obligasi daerah bisa dikeluarkan.

"Saya meyakini Jakarta pasti mampu untuk menyelesaikan itu. Mudah-mudahan izinnya segera bisa dikeluarkan," tutupnya.