Biaya Transfer Antarbank di BI Fast Bisa Turun, Begini Tanggapan BCA
·waktu baca 2 menit

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kemungkinan biaya transfer antarbank di BI Fast turun dari saat ini Rp 2.500 per transaksi.
Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Haryanto T Budiman mengaku akan tetap mengikuti ketentuan BI sebagai pihak yang mengatur biaya transfer antar bank menggunakan BI-FAST. Pasalnya, infrastruktur pembuatan BI Fast harus dijaga keamanannya.
"BI FAST itu ada infrastruktur yang harus dibuat, harus dijaga keamanan dan itu ada biayanya, makanya saat itu masih disampaikan Rp 2.500 per transaksi," kata Haryanto dalam acara konferensi pers BCA Expo Hybrid 2022 di ICE BSD, Jumat (9/9).
Untuk itu, pihaknya tidak memiliki rencana menggratiskan biaya transfer antar bank yang menggunakan BI Fast. "Kita tidak ada rencana untuk menggratiskan, karena BI ada aturannya, kita ikut aturannya," kata dia.
Di sisi lain, Haryanto mengungkapkan sudah sejak lama BCA tidak membebankan biaya transfer kepada nasabahnya. Dengan demikian, Ia justru mengajak masyarakat untuk membuka rekening di BCA.
"Memang untuk transfer ke sesama nasabah BCA tidak ada biaya, sudah gratis dari dulu. Makanya kami mengundang silakan buka rekening BCA, karena transfer sudah gratis tidak dikenakan biaya," ungkap Haryanto.
Menurut Haryanto, biaya transfer ke sesama nasabah akibat dari adanya ekosistem yang sudah terbentuk sejak lama. Meski begitu, pihaknya tetap mendukung inisiatif BI yang mematok biaya Rp 2.500 per transaksi untuk transfer antar rekening.
"Kita dukung inisiatif BI, kita ikuti aturan BI. Kalau BI misalnya harganya Rp 2.500, ya kita Rp 2.500, kalau beda kita ikuti," pungkasnya.
