Bidik Pengusaha, BTN Targetkan Transaksi Tabungan Bisnis Capai Rp 7 T di 2022
·waktu baca 3 menit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan kode saham BBTN meluncurkan Tabungan BTN Bisnis sejak akhir Maret 2022, dengan menyasar para pengusaha dari berbagai segmen dan sektor usaha baik yang berada di industri hulu maupun hilir. Perseroan menargetkan volume transaksi Tabungan BTN Bisnis mencapai Rp 7 triliun di tahun ini.
Adapun umlah tabungan atau Number of Account (NOA) yang tercatat sampai saat ini mencapai 15.000 rekening dan Value of Account (VOA) sekitar Rp 1,5 triliun. Direktur Distribution & Funding Bank BTN, Jasmin mengungkapkan, sampai saat ini komposisi pemegang Tabungan BTN Bisnis mayoritas atau sekitar 90 persen adalah individu sementara sisanya adalah lembaga.
“Seiring dengan peningkatan jumlah nasabah, tahun 2022 kami perkirakan volume transaksi Tabungan BTN Bisnis mencapai Rp 5 hingga 7 triliun,” ujar Jasmin dalam Media Brief Tabungan BTN Bisnis di Menara BTN Jakarta, Kamis (7/7).
Jasmin menyebutkan bahwa kehadiran Tabungan BTN Bisnis untuk melengkapi rangkaian tabungan yang sudah ada di BTN. Mulai dari Tabungan BTN Batara reguler, Tabungan BTN Investa untuk investasi dan Tabungan BTN Bisnis untuk pebisnis.
Menurut Jasmin, Tabungan BTN Bisnis dapat menunjang aliran transaksi di antara para pedagang dari supplier, pengolah bahan baku maupun penjual di rantai bisnis industri. Apalagi, pertumbuhan bisnis produk lokal makin diminati dengan kualitas dan produk yang inovatif.
“Bank BTN terus berupaya melakukan pendekatan dengan pengusaha yang berbisnis produk buatan lokal/dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI),” kata Jasmin.
Untuk itu, Bank BTN menjadikan Alan Budikusuma dan Susi Susanti mantan atlet bulutangkis nasional yang kini menjadi pebisnis produk olahraga menjadi model iklan Bank BTN.
"Alan dan Susi merepresentasikan pengusaha yang sukses dengan produk lokal yang inovatif dan mampu bersaing dengan produk internasional," imbuhnya.
Di sisi lain, Tabungan BTN Bisnis juga mengandalkan sejumlah fitur menarik untuk mendukung transaksi bisnis para pengusaha, di antaranya besaran limit transaksi misalnya nilai transfer antar rekening BTN maupun Bank lain lebih besar. Selain itu Tabungan BTN bisnis masih menerapkan bebas biaya transfer dan administrasi.
“Yang juga istimewa dari Tabungan BTN Bisnis adalah rincian informasi terkait transaksi bisnis yang detail misalnya mencantumkan identitas pengirim dana dan informasi metode transaksi yang masuk, apakah dengan Qris atau EDC dan sebagainya,” tambah Jasmin.
Dengan Tabungan BTN Bisnis, Jasmin berharap Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BTN semakin besar terutama porsi Current Account & Saving Account (CASA). Per Mei 2022, DPK tumbuh positif sebesar 7,57 persen (yoy) di mana secara Rasio CASA tumbuh 2,83 persen (yoy) dari 41,24 persen (Mei 2021) menjadi 44,08 persen (Mei 2022).
Bank BTN juga menawarkan solusi finansial lain seperti pinjaman Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan nilai pinjaman hingga Rp 500 juta bagi para pebisnis yang membuka Tabungan BTN Bisnis. Tabungan BTN Bisnis akan menjadi salah satu andalan Bank BTN dalam mengejar target pertumbuhan DPK tahun ini yang dipatok tumbuh 9-11 persen.
