Kumparan Logo

Bikin Transfer Antarbank Murah dan Aman, BI Fast Disebut Khas Negara Maju

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Willy Kurniawan/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Willy Kurniawan/Reuters

Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas diluncurkannya BI FAST Payment tahap I. Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem mengatakan BI-FAST merupakan SKN (Sistem Kliring Nasional) dan RTGS (Real Time Gross Settelement) yang sudah memiliki standar yang setara dengan milik negara maju.

“Ini merupakan tonggak sejarah karena modernisasi SKN RTGS dan BI FAST 24/7 Settelement Online dan Proxy Payment. Karakteristik khas payment negara maju,” ujar Santoso dalam Peluncuran BI FAST: Infrastruktur Sistem Pembayaran Ritel Nasional, Selasa (21/12).

Menurutnya BI-FAST akan menjadi backbone infrastruktur sistem pembayaran ritel masa depan. Metode ini mengakselerasi pembayaran menggunakan berbagai instrumen dan kanal secara real time, aman, mudah, dan beroperasi 24/7.

Implementasi BI-FAST juga akan mewujudkan layanan sistem pembayaran yang CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Andal) sehingga bisa mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan, serta inklusi ekonomi dan keuangan. Untuk itulah menurut Santoso, pihaknya sangat menyambut baik peluncuran BI FAST dan berharap implementasi ini bisa semakin diperluas.

“Kita tentunya sebagai industri menyambut gembira BI FAST yang berkesinambungan memperkuat inovasi, efisiensi, resilience dan infrastruktur sistem pembayaran nasional yang sejajar dengan negara maju lainnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, BI FAST merupakan sistem pembayaran retail secara real time yang beroperasi 24 jam 7 hari menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Melalui sistem baru ini, biaya transfer online atau antarbank menjadi lebih murah yaitu hanya sebesar Rp 2.500 per transaksi.

Besaran tarif ini lebih murah dibandingkan biaya transfer online perbankan saat ini yaitu Rp 6.500 per transaksi serta lebih murah dibandingkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang sebesar Rp 2.900 per transaksi. Untuk tahap I ini ada sebanyak 21 bank yang sudah tergabung sebagai peserta BI FAST.