Kumparan Logo

Bio Farma Bakal Disuntik Modal Negara Rp 2 T, Bisa di Tahun Ini

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19 di PT Bio Farma (Persero) Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8). Foto: Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19 di PT Bio Farma (Persero) Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8). Foto: Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menindaklanjuti dan mengkaji usulan Kementerian BUMN untuk memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bio Farma (Persero), yang merupakan induk holding BUMN Farmasi.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatawarta mengatakan, urgensi pemberian PMN ke Bio Farma itu untuk penanganan penyediaan obat-obatan maupun pengembangan penyedia sarana kesehatan. Menurut Isa, kajian itu mengarah ke positif untuk pemberian PMN ke Bio Farma, bahkan bisa dipercepat pada tahun ini.

“Itu yang kita kaji dan kita pertimbangkan, sejauh ini positif, bahkan kemungkinan kita percepat. Bahkan bisa kita tambah ke APBN 2020 karena relevan sama penanganan COVID-19,” ujar Isa dalam media briefing virtual, Jumat (6/11).

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Isa Rachmatawarta. Foto: Dok. Humas Kemenkeu

Dia melanjutkan, dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Bio Farma diusulkan mendapatkan PMN sebesar Rp 2 triliun. Salah satunya juga untuk pembuatan obat dan vaksin corona.

“Waktu diskusi di Banggar sekitar Rp 2 triliun. Kita upayakan bisa dipenuhi semua di 2020, sedang kita diskusikan,” jelasnya.

Adapun modal tersebut diberikan untuk Holding BUMN Farmasi, yang terdiri dari Bio Farma, Kimia Farma, Indofarma. Selain itu juga akan diberikan untuk PT Pertamina Bina Medika IHC.

kumparan post embed

Berdasarkan bahan materi rapat antara Kemenkeu dengan Banggar DPR RI, Bio Farma akan mendapatkan PMN sebesar Rp 545,5 miliar, Kimia Farma Rp 254,64 miliar, Indo Farma sebesar Rp 199,86 miliar, dan IHC sebesar Rp 1 triliun.

“Karena BUMN itu kan Bio Farma, kita tidak bisa kasih Pertamina Medika itu tadi. Nanti caranya Bio Farma bagaimana, apakah beli saham Pertamina Medika, pasti ada mekanisme korporasi,” tambahnya.