Bio Farma Kembangkan Vaksin untuk Tangani Wabah Polio di Benua Afrika
·waktu baca 2 menit

Bio Farma sedang mengembangkan vaksin yang diberi nama Novel Oral Polio Vaccine Type 2. Vaksin tersebut dikembangkan untuk membantu mengatasi wabah polio yang terjadi di Benua Afrika.
Sejauh ini, produk yang dihasilkan oleh Bio Farma telah menjangkau ke lebih dari 153 negara. Adapun produk yang dimaksud seperti vaksin campak, polio, tetanus, hingga Hepatitis B.
"Untuk polio sendiri, Bio Farma berhasil mengembangkan vaksin polio terbaru, dengan nama Novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2), untuk mengatasi wabah polio yang terjadi di Benua Afrika," kata Direktur Penelitian dan Pengembangan Bisnis Bio Farma, Yuliana Indriati, melalui keterangan tertulis pada Senin (24/10).
Yuliana mengatakan Bio Farma telah memenuhi 70 persen kebutuhan vaksin polio di dunia. Dengan beragam produk yang kualitasnya berstandar WHO, ia menyebut Bio Farma telah memainkan peran strategis baik di dalam maupun luar negeri.
Selain berkualitas, kata Yuliana, vaksin yang dihasilkan oleh Bio Farma juga memiliki harga yang terjangkau.
"Dalam hal ekspor, Bio Farma memiliki peran, guna ikut serta dalam mewujudkan global health security dengan menyediakan vaksin yang berkualitas dengan standar WHO," ujar Yuliana.
Lebih lanjut, Yuliana mengungkapkan Bio Farma meraih penghargaan Primaniyarta dalam ajang Trade Expo International (TEI) yang digelar di Bumi Serpong Damai City (ICE, BSD City), Tangerang. Primaniyarta adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai berprestasi di bidang ekspor.
Bio Farma menjadi 1 dari 12 perusahaan eksportir lainnya yang mendapatkan penghargaan tersebut.
"Dengan terus berinovasinya Bio Farma di bidang kesehatan dan dengan didapatkannya penghargaan Primaniyarta untuk kesekian kalinya, diharapkan Bio Farma dapat berprestasi di bidang ekspor dan menjadi teladan bagi eksportir lainnya, khususnya di bidang healthcare," tutur Yuliana.
