Kumparan Logo

Bio Farma Targetkan Bisa Produksi 2,8 Juta Vaksin HPV di 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatangan Kerangka Kerja Kemitraan Transfer Teknologi MSD-Bio Farma di Westin Jakarta, Selasa (13/12/2022). Foto: MSD
zoom-in-whitePerbesar
Penandatangan Kerangka Kerja Kemitraan Transfer Teknologi MSD-Bio Farma di Westin Jakarta, Selasa (13/12/2022). Foto: MSD

PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Merck Sharp & Dohme (MSD) untuk memproduksi vaksin human papillomavirus (HPV). Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menargetkan vaksin yang bisa mencegah kanker serviks pada perempuan tersebut bisa diproduksi sebanyak 2,8 juta vaksin pada 2023.

Honesti mengatakan target pertama imunisasi menggunakan vaksin tersebut adalah anak perempuan yang duduk di bangku SD kelas 5 dan 6, di mana Bio Farma akan memberikannya secara gratis.

“Target kita (anak perempuan) kelas 5 dan 6 SD, 1,4 juta orang, 2 dosis jadi 2,8 juta unit. Itu dibiayai oleh pemerintah, karena ini sesuai program pemerintah,” kata Honesti Basyir pada acara ‘Penandatangan Kerangka Kerja Terkait Kerja sama Transfer Teknologi dengan Bio Farma-MSD’ di Westin Jakarta, Selasa (13/12).

Honesti menjelaskan vaksin pertama diberikan kepada anak-anak perempuan yang belum aktif secara seksual. Namun, ia menegaskan vaksin ini juga efektif bagi perempuan secara umum dan dapat menjangkau perempuan 10 tahun ke atas.

Honesti mengungkapkan vaksin HPV juga dapat digunakan untuk pria. Namun untuk sementara target pemerintah masih fokus pada perempuan.

Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma. Foto: Aditya Panji/kumparan

“Vaksin ini bisa menjangkau wanita semua umur, 10 tahun ke atas, itu populasinya ada sekitar 50 juta (di Indonesia), itu target utama kita. Tapi tidak terbatas itu juga, tapi pria juga termasuk (bisa menerima vaksin),” jelas Honesti.

Honesti meuturkan vaksin HPV akan dikomersilkan begitu batch pertama telah diberikan. Namun, ia belum bisa memberikan detail terkait harga satuan vaksin.

“Harga kita ikut katalog pemerintah, melalui program pemerintah. Tapi nanti untuk yang lewat sektor privat kita kabari, belum final,” ujar Honesti.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang juga hadir pada acara tersebut menganggap kolaborasi Bio Farma dan MSD dapat mendukung kemajuan transformasi kesehatan di Indonesia. Ia berharap langkah tersebut bisa maksimal.

"Saya percaya bahwa dengan adanya potensi transfer teknologi baik keahlian, pengetahuan, dan pengalaman dari MSD sebagai produsen global terkemuka untuk vaksin HPV akan bermanfaat bagi Bio Farma dan untuk kemandirian Sektor Kesehatan di Indonesia terutama dalam pengembangan vaksin,” ujar Menkes Budi.