BioCNG, Listrik EBT yang Bisa Jadi Pengganti LPG Industri
·waktu baca 1 menit

Kementerian ESDM meresmikan dimulainya pembangunan (groundbreaking) pabrik Biomethane Compressed Natural Gas (BioCNG) milik PT United Kingdom Indonesia Plantations di Langkat, Sumatera Utara. United Kingdom Indonesia Plantations merupakan bagian dari PT KIS Group.
Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Edi Wibowo mengatakan, proyek pembangunan pabrik BioCnG akan menghasilkan produk listrik yang ramah lingkungan karena dari biomassa dengan potensi sumber daya seperti limbah pertanian, POME, dan king grass yang serupa dengan natural gas komersial.
Jenis bioenergi ini dapat digunakan untuk memasak, bahan bakar kendaraan dan industri. Produk akhir dari BioCNG ini bisa menjadi pengganti LPG untuk industri.
"Pengembangan CnG supaya nanti kalau harga listrik dianggap murah, sehingga nilai tambah ekonomi dimanfaatkan dan mudah digunakan yang menjadi salah satu alternatif," kata Edi lokasi, Rabu (28/9).
Dengan adanya pabrik ini, kata dia, pabrik tidak lagi perlu beli listrik dari PLN karena bisa menghasilkan listrik sendiri.
Bagi industri kelapa sawit, menurut Edi, pengembangan proyek BioCnG akan mengurangi emisi karbon, mengatasi masalah limbah serta membantu industri terdekat untuk lebih memanfaatkan EBT sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan dekarbonisasi.
