Biodiesel 40% (B40) Ditargetkan Berlaku Tahun Depan, BPDPKS Buka Suara

24 Mei 2024 16:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pekerja mengangkut buah kelapa sawit di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (2/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/Yudi
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengangkut buah kelapa sawit di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (2/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/Yudi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) buka suara terkait target peningkatan bauran bahan bakar nabati (BBN) Solar dengan 40 persen minyak kelapa sawit atau biodiesel 40 (B40) di tahun 2025.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, mengaku belum mendapatkan arahan terkait implementasi B40 tahun depan. Saat ini, pemerintah baru menerapkan program B35 sejak tahun 2023.
"Sampai saat ini belum ada keputusan untuk itu," kata Eddy saat dihubungi kumparan, Jumat (24/5).
Sementara itu, Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS, Achmad Maulizal menyebutkan, saat ini pemerintah masih melaksanakan uji jalan B40. Kepastian terkait implementasinya, kata dia, merupakan ranah Kementerian ESDM.
"Saat ini uji jalan B40 sedang berjalan. Menjawab pertanyaan itu (implementasi B40 tahun depan) lebih tepat ke KESDM ya karena terkait policy," jelasnya.
Achmad mengatakan, pihaknya juga belum menetapkan target insentif biodiesel kepada produsen CPO untuk tahun depan. Insentif tersebut berasal dari pungutan ekspor yang dibebankan kepada produsen.
Menteri ESDM Arifin Tasrif melepas uji jalan B40 di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (27/7/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
Selama implementasi B35 di tahun 2023, Achmad mencatat pendapatan BPDPKS yang bersumber dari Pungutan Ekspor sebesar Rp 32,29 triliun, sementara pembayaran insentif biodiesel kepada produsen mencapai Rp 18,32 triliun.
ADVERTISEMENT
Sementara di tahun 2024, BPDPKS menargetkan pungutan ekspor bisa mencapai Rp 27,3 triliun, dengan proyeksi kebutuhan dana insentif biodiesel sebesar Rp 28,5 triliun.
"Realisasi pembayaran insentif biodiesel triwulan I 2024 Rp 1,39 triliun," pungkas Achmad.
Adapun Kementerian ESDM saat ini baru memulai uji coba penerapan B40 di sektor selain otomotif, meliputi kereta api, kapal, alat mesin pertanian, alat berat, hingga pembangkit. Uji terap sektor non otomotif ini dilaksanakan dengan rentang waktu hingga 8 bulan.
Menteri ESDM Arifin Tasrif melepas uji jalan B40 di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (27/7/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menargetkan peningkatan bauran biodiesel menjadi 40 persen atau B40 dilakukan tahun depan.
"Kita ingin untuk menambahkan lebih banyak mungkin tahun ini atau tahun depan, kami ingin mencapai 40 persen dan kami ingin memiliki 5 persen etanol, sekarang sudah ada dalam rencana percontohan," ujarnya saat Jakarta Futures Forum, Jumat (4/5).
ADVERTISEMENT
Ditemui setelah acara, Eniya menjelaskan pemerintah sudah berdiskusi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk persiapan produksi kelapa sawit untuk biodiesel tanpa pembukaan lahan.
"Kapasitas produksi kita sekarang ini lebih dari B40, jadi kalau mau diberlakukan B40 itu masih sisa sekitar 4 juta ton, jadi masih banyak potensi," jelasnya.