Bioetanol 5 Persen Bakal Tingkatkan Kadar Oktan Pertamax, Harga Ikut Naik?

28 Februari 2023 22:08
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Jokowi kunjungan kerja ke  Pabrik Bioetanol PT. Enero PTPN X Jalan Raya Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur pada Jumat (4/11/2022). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Pabrik Bioetanol PT. Enero PTPN X Jalan Raya Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur pada Jumat (4/11/2022). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
PT Pertamina (Persero) mengungkapkan pencampuran bahan bakar nabati (BBN) etanol sebesar 5 persen (E5) salah satu opsinya akan dicampurkan ke Pertamax. Hal ini diperkirakan akan menaikkan kadar oktan (RON) BBM tersebut.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menyebutkan kerja sama Pertamina dengan PTPN untuk bahan baku E5 dari tebu ini masih dalam proses, di mana pembahasan masih berlangsung dari sisi komersialnya.
"Sedang kita garap, pada prinsipnya kami dukung berbagai alternatif energi, jangan sampai kita hanya mengandalkan pada energi fosil," ujarnya saat ditemui di St Regis Jakarta, Selasa (28/2).
Irto menjelaskan, pencampuran E5 dengan Pertamax (RON 92) menjadi salah satu alternatif di antara jenis BBM lain. Dia berkata, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati akan menyampaikan perihal kenaikan kadar oktan ini.
"Saya lupa teknisnya nanti saya cek, yang jelas itu di atas RON 92. Aspek teknisnya nanti saya pastikan dulu," tuturnya.
Sementara itu, dia juga membuka peluang ihwal pengaruh kenaikan kadar oktan Pertamax ketika sudah dicampur dengan E5 dengan kenaikan harga jualnya. Meski begitu, dia belum bisa membeberkan berapa persen kenaikannya.
Adapun per Februari 2023, harga Pertamax (RON 92) dibanderol sebesar Rp 12.800 per liter, sementara harga Pertamax Turbo (RON 98) terpantau berada di harga Rp 14.850 per liter.
"Itu termasuk yang harus dibicarakan, berapa harga jual dari mereka (PTPN), kita sebagai offtaker itu bagaimana dibandingkan dicampurkan dengan Pertamax itu jadinya berapa, itu semua harus kita bicarakan, dilaporkan kepada regulator," jelas Irto.
Berdasarkan catatan kumparan, Dewan Energi Nasional (DEN) sempat memutuskan penggunaan campuran etanol 2 persen (E2) rencananya diberlakukan untuk BBM Pertamax RON 92 di tahun 2017 silam akan meningkatkan harga jualnya.
Dengan adanya kandungan etanol 2 persen itu, harga bensin RON 92 seperti Pertamax akan naik sekitar Rp 50 per liter. Sebab, harga etanol lebih mahal dibanding BBM.
"Kira-kira selisihnya enggak besar. Informasi dari Dirjen EBTKE, kalau E2 itu dengan HIP (Harga Indeks Pasar) sekarang sekitar Rp 30-50 per liter," kata Sekjen DEN, Saleh Abdurrahman, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/12/2017).
Menurut Saleh, kenaikan sebesar Rp 50 per liter itu tak signifikan, tak perlu ditambal dengan subsidi. Toh pembeli bensin RON 92 ke atas adalah orang-orang mampu.
Namun, menurut dia, HIP bahan bakar nabati (BBN) berubah setiap bulan. Jadi bisa saja kenaikan harga bensin RON 92 kurang dari Rp 50 kalau HIP BBN sedang turun. Sebaliknya kalau HIP BBN naik, harga bensin yang dicampur etanol akan semakin mahal.